- Perempuan berinisial Suryani membakar Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu Makassar, Kamis (12/2/2026) pukul 13.25 Wita.
- Pelaku menyulut api menggunakan bensin dalam botol setelah berpura-pura menjadi pembeli biasa di toko emas tersebut.
- Insiden tersebut berhasil diamankan warga dan polisi; tidak ada korban jiwa, namun toko ditutup sementara untuk investigasi.
SuaraSulsel.id - Suasana siang yang biasanya tenang di kawasan Jalan Somba Opu, Kota Makassar, mendadak berubah panik.
Seorang perempuan diduga nekat membakar Toko Emas Logam Mulia, Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.25 Wita.
Berikut sejumlah fakta yang dirangkum dari kejadian tersebut:
1. Terjadi Siang Hari di Kawasan Strategis
Baca Juga:Identitas Pelaku Pembakaran Toko Emas di Kota Makassar
Peristiwa terjadi di salah satu pusat pertokoan emas yang selama ini dikenal relatif aman. Lokasinya berada di kawasan strategis dan ramai aktivitas jual beli.
Kejadian itu sontak mengundang kepanikan warga dan pedagang sekitar.
2. Pelaku Datang Seperti Pembeli Biasa
Salah satu saksi mata, Anto, mengungkapkan perempuan tersebut datang seperti pelanggan pada umumnya.
“Iya, pelakunya perempuan. Pakai jilbab biasa, tidak menutupi wajah juga,” ujar Anto.
Baca Juga:Kondisi Terkini Toko Emas Logam Mulia Makassar Pasca Aksi Pembakaran oleh Pengunjung
Ia sempat berbincang dengan karyawan dan menanyakan harga cincin. Tidak ada gelagat mencurigakan di awal.
![Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/12/21298-toko-emas.jpg)
3. Api Berasal dari Botol Berisi Bensin
Situasi berubah cepat ketika perempuan itu tiba-tiba menyalakan api dari botol yang dibawanya. Belakangan diketahui botol tersebut berisi bensin.
“Kejadiannya cepat sekali. Pas tanya-tanya, tiba-tiba dia bakar itu bensin. Api langsung besar, jadi orang-orang panik,” kata Anto.
Dari hasil olah TKP sementara, polisi menemukan botol minuman yang diduga digunakan untuk membawa bensin. Bau bahan bakar masih tercium di dalam toko beberapa jam setelah kejadian.
4. Bukan Bom Molotov, Tidak Ada Ledakan