alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masih Banyak Informasi Hoaks Terkait Covid-19 dan Vaksinasi

Muhammad Yunus Jum'at, 03 Desember 2021 | 09:30 WIB

Masih Banyak Informasi Hoaks Terkait Covid-19 dan Vaksinasi
Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama Unicef menggelar pertemuan koordinasi. Antara stakeholder dalam komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat untuk respon Covid-19 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Sangat diperlukan sosialisasi yang berkesinambungan

SuaraSulsel.id - Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama Unicef menggelar pertemuan koordinasi. Antara stakeholder dalam komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat untuk respon Covid-19.

Hengky Widjaya Kepala Kantor Unicef perwakilan Sulawesi dan Maluku mengatakan, Unicef sejak awal pandemi berkomitmen memberikan dukungan respon Covid-19. Terutama dukungan komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat.

Dukungan ini penting dan pertama kali dilakukan. Karena yang dihadapi dalam situasi pandemi Covid-19 bukan hanya virus corona tetapi infodemic. Dalam artian banyaknya informasi hoaks terkait Covid-19.

Begitupula dengan vaksinasi. Sehingga mengakibatkan banyaknya stigma di masyarakat yang akhirnya memunculkan resistensi yang berdampak cakupan vaksinasi masih rendah sampai saat ini.

Baca Juga: Satgas COVID-19 Ungkap Strategi Cegah Masuknya Varian Omicron ke Indonesia

Wakil Ketua Komda KIPI Sulsel dr. Martira Maddepungeng mengatakan, salah satu faktor adanya resistensi di masyarakat terhadap vaksin karena banyaknya informasi hoaks terkait vaksinasi.

Selain status kehalalan, efek samping vaksinasi sering menjadi penyebab adanya penolakan masyarakat. Sehingga sangat diperlukan sosialisasi yang berkesinambungan terkait KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.

Reaksi pasca imunisasi hampir sama dengan vaksin lainnya, ada yang ringan dan ada yang berat.

"Dengan strategi komunikasi yang tepat di masyarakat, diharapkan penerimaan terhadap vaksin Covid-19 bisa lebih baik," papar Martira Maddepungeng yang juga sebagai doker di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Epidemiologi Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, beberapa varian virus Corona termasuk yang terbaru adalah varian Omicron.

Baca Juga: Sudah Divaksin, Belasan Penumpang di Bandara Belanda Terpapar Omicron

Varian Omicron ini perlu diwaspadai. Mengingat mutasi virusnya lebih banyak dibanding varian delta.

Walaupun penanganan Covid-19 oleh pemerintah termasuk kategori bagus, tetapi tetap diperlukan kewaspadaan tinggi.

"Penerapan protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi harus terus diupayakan," papar Ridwan Amiruddin.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama Unicef diharapkan bisa membantu pemerintah. Dalam penanganan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

Dengan keterlibatan semua pihak upaya melawan pandemi covid-19 bisa dituntaskan. Terus melanjutkan proses edukasi ke masyarakat terkait situasi Covid-19 saat ini dan melawan stigma atau informasi yang tidak benar terkait vaksinasi.

Kegiatan pada hari Rabu, 1 Desember 2021 diikuti 25 peserta dari 5 kabupaten/kota yang menjadi intervensi program.

Peserta berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Maros, Takalar, Bone, dan Kabupaten Bulukumba. Mewakili beberapa institusi yang merupakan lembaga ormas seperti Muhammadiyah, NU, Persekutuan Gereja Indonesia, utusan kampus yang diwakili IAIN Bone dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba, STIKES Salewangeng Maros, perwakilan Dinas Kesehatan dan layanan Puskesmas dan rumah sakit. Serta perwakilan Satgas Covid-19 dari unsur Polri dan TNI serta unsur kepala desa dan lurah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait