Menanyakan kabar itu merupakan ungkapan perhatian seseorang, misalnya: Bagaimana keadaan sakitnya? Sudah banyak kemajuan? Apa yang dikeluhkan (Apa sakitnya)? Adakah yang bisa dibantu?
3. Menghibur dan memberi semangat
Saat menjenguk orang sakit, seorang Muslim dianjurkan untuk menghibur dan memberi semangat agar penderita memiliki motivasi untuk sembuh.
Salah satu cara menghiburnya adalah dengan menyampaikan hikmah bahwa sakit merupakan bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
Baca Juga:Viral Jemaah Meninggal Setelah Tanya Penceramah Apa Bisa Bertemu Rasulullah SAW
“Orang mukmin yang ditimpa kesusahan, kesedihan atau sakit yang terus-menerus sampai kepada kesengsaraan yang menyusahkan, maka Allah akan menghapus kejelekan-kejelekannya dengannya [sakit tersebut]," (H.R. Tirmidzi).
4. Mengingatkan atas kewajiban salat lima waktu
Meskipun sakit, seorang Muslim tidak boleh lalai atas kewajiban salatnya. Seorang yang sakit harus tetap salat wajib lima waktu dalam keadaan apa pun, selama masih sadar.
Jika tak bisa salat berdiri, penderita dapat salat sambil duduk. Apabila tak bisa duduk, ia salat sambil berbaring.
Apabila tak bisa salat sambil berbaring, cukup hanya dengan memberikan isyarat melakukan salat.
Baca Juga:Apa Itu Etika Usaha Syariah: Pengertian, Konsep dan Dasar Hukum
5. Mendoakan kesembuhannya