alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polda Sulsel: Pembunuh Orang Tua dan Saudara Kandung di Bantaeng Mengidap Gangguan Jiwa

Muhammad Yunus Rabu, 27 Oktober 2021 | 19:38 WIB

Polda Sulsel: Pembunuh Orang Tua dan Saudara Kandung di Bantaeng Mengidap Gangguan Jiwa
Warga berusaha menyelamatkan satu keluarga korban penganiayaan di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa 26 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Penyakitnya kambuh. Lalu menyerang ayah, ibu, dan saudara kandungnya.

SuaraSulsel.id - Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan, Akmal pelaku pembunuhan orang tua dan saudara kandung di Kabupaten Bantaeng mengidap gangguan jiwa atau ODGJ. Penyakitnya kambuh. Lalu menyerang ayah, ibu, dan saudara kandungnya.

"Pelaku adalah ODGJ yang penyakitnya kambuh," ungkap Zulpan saat dihubungi via telepon, Rabu (27/10/2021).

Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, pelaku, kata Kombes E Zulpan, telah diamankan ke Mapolres Bantaeng untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku menikam para korban juga disita polisi.

Baca Juga: Sadis! Satu Keluarga Dibunuh di Kabupaten Bantaeng

Pelaku yang mengalami penyakit ODGJ rencananya akan dibawah ke Makassar untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan.

Akmal (30) tega membunuh ayah, ibu, dan saudaranya diduga memiliki riwayat gangguan jiwa oleh tetangganya kembali kambuh.

Hari masih pagi, jarum jam menunjukkan pukul 07.00 Wita. Akmal saat itu sedang duduk santai di ruang tamu sembari menikmati suasana pagi hari yang begitu sejuk di Desa Ereng-ereng, Kabupaten Bantaeng.

Namun tiba-tiba, dia mengambil pisau dapur. Ia kemudian menyerang membabi buta ke arah ayahnya, Baddu (77). Ke arah yang mematikan yakni bagian perut, dada, dan leher.

Lalu, dia beralih ke ibunya, Sadia (69). Kemudian kakaknya, Sitti Saleha (39).

Baca Juga: Polisi Ditemukan Tewas Dalam Rumah, Pelaku Ternyata Rekan Sesama Polri

Dia juga menyerang adik kandungnya, Husnul Amaliah (22). Beruntung Husnul hanya memgalami luka ringan. Tapi ayah, ibu dan kakaknya, bersimbah darah. Dilarikan ke Rumah Sakit Banyorang, Bantaeng, dengan mobil pikap. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait