ASN Kota Palu Harus Kuasai Tiga Bahasa Asing

Untuk mengoptimalkan kegiatan pelayanan publik

Muhammad Yunus
Senin, 25 Oktober 2021 | 07:00 WIB
ASN Kota Palu Harus Kuasai Tiga Bahasa Asing
Asisten III bidang Administrasi Umum sekretariat daerah Pemerintah Kota Palu, Imran Lataha [SuaraSulsel.id / Antara]

SuaraSulsel.id - Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah dilatih tiga bahasa asing dalam rangka peningkatan sumber daya manusia untuk mengoptimalkan kegiatan pelayanan publik.

"Tujuannya adalah, untuk mendukung salah satu capaian visi Wali Kota Palu menciptakan aparatur profesional, akuntabel dan hadir melayani sebagai pelayan publik," kata Asisten III bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Imran Lataha yang dihubungi di Palu, Minggu 24 Oktober 2021.

Ia mengemukakan, tiga bahasa asing yang menjadi fokus pelatihan tersebut yakni Bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang yang mana dalam prosesnya, Pemkot Palu bekerja sama dengan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa di daerah itu untuk membantu percepatan penguasaan bahasa asing.

Olehnya, melalui kegiatan tersebut setidaknya pemerintah daerah telah berupaya memberikan layanan pendidikan dan latihan guna meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai aspek.

Hal ini juga, sejalan dengan salah satu prioritas program reformasi birokrasi oleh Pemerintah Republik Indonesia sampai dengan 2024 mewujudkan ASN berkelas dunia.

"Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mencanangkan pembangunan program 'smart ASN' 2024. Hal ini menjadi pondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di era digital dan revolusi industri 4.0 seperti saat ini," ungkap Imran.

Baca Juga:Benarkah Presiden Jokowi Pakai Kemeja Merah Palu Arit? Ini Faktanya

Ia menjelaskan, pelatihan bahasa asing berlangsung selama dua bulan, di mulai pada Sabtu (24/10) hingga Desember 2021 dilaksanakan tatap muka sepekan sekali pertemuan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Di mana, jumlah peserta sebanyak 60 orang, yang masing-masing diutus dua orang delegasi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Masing-masing kelas terdiri dari 20 ASN dan setelah pertemuan/teori, peserta langsung melakukan praktek untuk Bahasa Inggris," ucap Imran.

Sedangkan bahasa Mandarin dan Jepang, tahap awal peserta lebih diarahkan pada pengenalan dan penguasaan huruf, karena kedua bahasa tersebut belum 'familiar' diucapkan dalam berinteraksi di tengah masyarakat.

"Berbeda dengan Bahasa Inggris yang sudah sering diucapkan di tengah kehidupan sosial," kata Imran. (Antara)

Baca Juga:Terlibat Perampokan Mobil bersama Oknum Polisi, ASN Pemprov Lampung Ini Menyerahkan Diri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini