Makassar merupakan suku terbesar kedua di Sulsel setelah Suku Bugis. Suku ini merupakan etnis yang mendiami pesisir selatan Pulau Sulawesi meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, dan lain-lain.
Orang-orang suku Makassar dikenal dengan panggilan Daeng. Suku ini juga mempunyai sejarah panjang. Dalam catatan sejarah yang tertulis dalam lontar, suku ini sudah menguasai Sulawesi sejak abad ke-16.
Suku Makassar dikenal sebagai pelaut ulung. Berkat kekuatan laut yang dimiliki, mereka mampu menyatukan daerah-daerah seperti Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Timur Lesta, dan Maluku dalam satu kekuasaan Kesultanan Goa.
3. Suku Mandar
Baca Juga:5 Hotel di Makassar Cocok untuk Staycation, Bonus Pantai dan Tempat Rekreasi
Mandar merupakan suku asli di Sulawesi Barat yang dulunya bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagian besar orang Mandar bermukim di wilayah Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Selain itu, mereka juga mendiami Kabupaten Poewali.
![Suku Mandar. [Wikipedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/12/41102-suku-mandar.jpg)
Suku Mandar memiliki tradisi adat dan bahasa yang kuat. Filosofi dan prinsip hidup mereka sangat kuat. Filosofi hidup mereka berbeda dengan suku Bugis, Makassar, dan Toraja.
4. Suku Toraja
Suku ini diberi nama Toraja oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1909. Suku ini dikenal dengan ritual pemakaman, rumah adat tongkonan hingga ukiran kayunya.
Proses pemakaman di tanah Toraja menjadi sakral dan dihadiri ratusan orang serta berlangsung selama beberapa hari.
Baca Juga:Sejarah Kerajaan Makassar, Kejayaan, dan Keruntuhan
Sebelum abad ke-20, Suku Toraja tinggal di desa-desa otonom. Orang-orangnya menganut aninisme dan belum tersentuh dunia luar. Setelah semakin terbuka kepada dunia pada 1970, Kabupaten Tana Toraja menjadi lambang pariwisata Indonesia.