alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkab Gorontalo Utara Diminta Beri Insentif UMKM Terdampak PPKM

Erick Tanjung Selasa, 28 September 2021 | 05:15 WIB

Pemkab Gorontalo Utara Diminta Beri Insentif UMKM Terdampak PPKM
Produk UMKM Balikpapan. [Inibalikpapan.com]

"Saya berharap, dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sementara diupayakan pemkab, dapat membantu pelaku UMKM untuk kembali pulih," kata Herniaty.

SuaraSulsel.id - DPRD Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah kabupaten setempat memberi insentif kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat/PPKM di masa pandemi Covid-19. Hal itu diungkap anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Herniaty Moridju, di Gorontalo, Senin (27/9/2021).

Pandemi katanya, juga PPKM sangat berdampak terhadap keberlangsungan usaha para pelaku UMKM apalagi di daerah terdampak bencana banjir, seperti di Kecamatan Biau, Kwandang dan Tomilito.

Pelaku usaha sulit memasarkan produk usahanya karena wilayahnya terdampak banjir.

Oleh karenanya, pemkab diharapkan mengatasi kesulitan yang dirasakan para pelaku UMKM. Mereka perlu didata agar bantuan tepat sasaran dan cepat realisasi.

Baca Juga: DKI Targetkan 2.000 Rumah Warga Dapat Revitalisasi Tangki Septik Tahun Ini

"Saya berharap, dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sementara diupayakan pemkab, dapat membantu pelaku UMKM untuk kembali pulih," kata Herniaty.

Pemkab diharapkan berinovasi menciptakan program yang akan mengintervensi para pelaku UMKM yang terkena dampak tersebut.

Seperti pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner. Pemkab diharapkan memberi dukungan bagi mereka yang terdampak pandemi. Jualannya tidak habis terjual, akibatnya modal tergerus bahkan habis karena tidak ada pendapatan bahkan keuntungan.

Pemkab diharapkan mengintervensi kondisi ini. "Selain bantuan tunai, diharapkan pun pelaku UMKM dibantu mempromosikan produk yang dihasilkan," ujarnya.

Ia sendiri kata Herniaty, siap menggunakan akun media sosialnya untuk mempromosikan usaha para pelaku UMKM. Termasuk bagi pelaku UMKM yang menjual dagangannya dalam bentuk aksesoris jilbab, kue dan minyak kelapa olahan.

Baca Juga: Pemprov DKI Targetkan 2.742 RW Bisa Pilah Sampah Rumah Tangga

Mereka pun sering datang ke gedung DPRD, menjual dagangannya langsung ke para anggota DPRD maupun staf kesekretariatan. Komisi III berharap, pelaku usaha seperti mereka yang tergolong aktif juga mendapat perhatian agar tetap produktif di masa pandemi ini. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait