alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anggota Komisi Informasi Apresiasi Krisdayanti: Keterbukaan Informasi yang Diperjuangkan

Muhammad Yunus Jum'at, 17 September 2021 | 09:41 WIB

Anggota Komisi Informasi Apresiasi Krisdayanti: Keterbukaan Informasi yang Diperjuangkan
Krisdayanti [Instagram] Krisdayanti ungkap penghasilan sebagai anggota parlemen.

Gaji dan tunjangan Anggota DPR bukan informasi yang dikecualikan atau harus ditutup-tutupi

SuaraSulsel.id - Anggota Komisi Informasi Sulawesi Selatan Fauziah Erwin memberikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Krisdayanti. Karena berani dan terbuka memberikan informasi kepada publik. Terkait jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh.

"Ini pertama kali kita mendapat informasi dari sumber pertama. Dari Anggota DPR terkait gaji dan tunjangan," ungkap Fauziah Erwin kepada SuaraSulsel.id, Jumat 17 September 2021.

Menurut Fauziah sebagai pegiat transparansi publik, jika merujuk kepada regulasi UU Nomor 14 tahun 2008. Gaji dan tunjangan Anggota DPR bukan informasi yang dikecualikan atau harus ditutup-tutupi.

Bahkan setiap Anggota DPR baik pusat maupun daerah, atau pejabat publik yang mendapatkan anggaran dari APBN atau APBD harus terbuka ke publik. "Jadi publik tidak lagi bertanya-tanya berapa jumlah sebenarnya gaji dan tunjangan pejabt," kata Fauziah.

Baca Juga: KD Blak-blakan Soal Gajinya di DPR, Ini 5 Daftar Harta Artis di Legislatif

Dia mengatakan, saat ini pejabat publik di Indonesia sudah mengalami krisi kepercayaan dari masyarakat. Sehingga dengan adanya keterbukaan informasi, masyarakat diharapkan bisa mengetahui berapa porsi anggaran yang diberikan negara kepada wakil rakyat.

"Begitupula jabatan publik lainnya," kata Fauziah.

Penentuan gaji dan tunjangan Anggota DPR RI itu bermula dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) kemudian diturunkan ke Daftar Penggunaan Anggaran (DPA). Tidak ada masalah diumumkan. Bahkan harus disampaikan secara tertulis oleh Sekretariat DPR.

"Agar bisa diakses setiap saat oleh publik," ungkap Fauziah.

Krisdayanti baru-baru ini membuat heboh publik. Karena mengumumkan jumlah gaji dan tunjangan Anggota DPR RI.

Baca Juga: Krisdayanti Bocorkan Gaji DPR RI, Nilainya Fantastis Hingga Ratusan Juta

Video Krisdayanti sampaikan jumlah gaji Anggota DPR RI saat hadir bincang-bincang bersama Akbar Faizal. Dalam video itu, Krisdayanti mengaku tiap bulan menerima gaji pada tanggal 1 sementara tunjangan diberikan pada tanggal 5.

"Tanggal 1 Rp16 juta, tanggal 5 Rp59 juta kalau tidak salah," kata Krisdayanti.

Bukan hanya gaji dan tunjangan saja, istri Raul lemos ini juga mengaku menerima dana aspirasi sebesar Rp450 juta sebanyak lima kali dalam setahun.

Meski digaji dengan nominal fantastis, KD mengakui hal itu dibarengi dengan tanggung jawab besar karena bertanggung jawab atas aspirasi rakyat di 20 tempat.

"Dana aspirasi memang wajib untuk kita. Namanya juga uang negara. Kami juga harus menyerap aspirasi di 20 titik. Itu kehadiran kita," jelas Krisdayanti.

Masih belum selesai, menurut ibu mertua Atta Halilintar itu wakil rakyat juga masih menerima Rp140 juta selama delapan kali setahun.

Dengan rincian gaji, tunjangan, dana aspirasi tersebut, setidaknya satu orang wakil rakyat seperti KD menerima uang setidaknya Rp650 juta. Jumlah itu masih bisa lebih, tergantung seberapa banyak kunjungan dan tambahan dana lain yang mengalir ke dompet mereka.

Krisdayanti [YouTube]
Krisdayanti [YouTube]

Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI Versi Krisdayanti

Gaji pokok (setiap tanggal 1) Rp16 juta
Tunjangan (Setiap tanggal 5) Rp59 juta
Dana aspirasi (5 kali dalam setahun) Rp450 juta
Uang kunjungan ke dapil (8 kali dalam setahun) Rp140 juta


Gaji dan tunjangan berdasarkan SK Kemenkeu

Gaji dan tunjangan tetap Rp19.187.813
Tunjangan beras Rp30.090 perjiwa/bulan
Penerimaan lainnya Rp34.834.000
Fasilitas kredit mobil Rp70 juta/orang per periode
Biaya perjalanan : Uang harian (Daerah tingkat 1 dan Daerah Tingkat II) Rp900 ribu perhari
Uang Representasi (Daerah tingkat 1 dan Daerah Tingkat II) Rp700 ribu perhari
Pemeliharaan rumah jabatan: RJA Kalibata Jaksel Rp3 juta pertahun
RJA Ulijami Jakbar Rp5 juta pertahun
Sumber : SK Menkeu nomor. S-520/MK.02/2015

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait