Perjuangan keluarga Ricky mendapatkan keadilan tanpa dukungan dari pihak pemerintah ataupun TNI. Padahal, Abubakar sudah tercatat sebagai pejuang kemerdekaan RI sejak zaman Presiden RI, Soekarno.
Ricky mengungkap bagaimana kekejaman tentara Belanda terhadap kakeknya. Kisahnya bahkan tercatat dalam buku Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan Jilid IV.
Kisah Abubakar Lambogo juga diceritakan oleh Nawa, salah satu penyintas yang disebut masih hidup. Ricky mengaku masih sempat bertemu dengan Nawa tiga tahun lalu di Osso, Enrekang.
![Nama Abubakar Lambogo diabadikan sebagai nama jalan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/16/78461-abubakar-lambogo.jpg)
Nawa adalah salah satu saksi hidup yang tahu banyak soal perjuangan mereka melawan Belanda. Ia anak buah Kapten Abubakar Lambogo.
Baca Juga:Gempa Bumi Guncang Enrekang, Ini Penyebabnya
Ricky mengatakan kakeknya punya peranan penting dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Sebelum bergabung dengan Tentara Republik Indonesia Persiapan Sulawesi (TRIPS), Abubakar adalah guru di sekolah rakyat pada masa penjajahan Belanda.
Abubakar memilih meninggalkan posisinya dan melawan bersama rakyat Massenrempulu. Ia kemudian membentuk organisasi bernama Kelaskaran Pemuda Nasional Indonesia (KPNI) di Enrekang pada tahun 1945.
Tujuan utama kelaskaran ini adalah untuk mempersatukan kekuatan para pemuda Massenrempulu untuk mempertahankan kemerdekaan.
Pada tahun 1946, Abubakar juga tergabung dalam Badan Pembentuk Rakyat Indonesia (BP-RI) dan Badan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI). Organisasi pemuda ini salah satu yang ditakuti oleh Belanda.
"Saat itu rakyat masih trauma dengan Belanda. Dibentuklah organisasi pemuda itu," ujar Ricky.
Baca Juga:Keju dari Air Susu Kerbau, Begini Cara Mudah Membuatnya
Kendati Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, Belanda kala itu masih bercokol di Indonesia. Gerakan Abubakar bersama pasukannya membuat tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger atau Tentara Hindia-Belanda geram.