alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Penjual Bendera Merah Putih dari Kampung Presiden Jokowi

Muhammad Yunus Senin, 16 Agustus 2021 | 12:40 WIB

Kisah Penjual Bendera Merah Putih dari Kampung Presiden Jokowi
Yono, pedagang Bendera Merah Putih asal Solo, Jawa Tengah, menata bendera di depan Kampus UMI Makassar, Senin, 16 Agustus 2021 [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]

Satu hari jelang perayaan 17 Agustus, pedagang masih berharap dagangan bendera merah putih mereka habis terjual

"Tiga di UMI, dua di Perintis, satu di Maros dan satu di Pangkep," tuturnya.

Sama halnya dengan Budiman, pedagang bendera asal Garut. Ia menyewa rumah di Jalan Angkasa I, Panaikang, Kota Makassar. Demi berjualan bendera.

Budiman bukan pedagang baru di Makassar. Sudah 15 tahun, ia bolak-balik ke Makassar jualan bendera merah putih.

"Sejak 2006 saya di sini. Waktu itu masih ikut-ikut sama abang," katanya.

Baca Juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Harga Tes PCR di Makassar Rp 500 Ribu Hasil Keluar 16 Jam

Dulunya cuma bawa stok dua karung bendera. Budiman pun masih membeli di pemasok. Kini sudah mengatur produksi secara mandiri.

"Saya yang bikin pola. Lalu bawa ke beberapa konveksi karena tidak cukup kalau cuma satu," ujar Budiman.

Jika Budiman awalnya pakai modal sendiri, kini lelaki berusia 42 tahun itu sudah mendapat kepercayaan dari bank. Pengembaliannya pun selalu tepat waktu, tak lebih dari tiga bulan.

"Tiap tahun saya ke sini (Makassar), 20 Agustus (utang) sudah tuntas. Tetap ada jaminan, sertifikat rumah salah satunya," tutur Budiman.

Modal yang dikeluarkan Budiman tak main-main. Produksi ribuan benderanya menelan biaya Rp 300 juta.

Baca Juga: Lebih 70 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Kota Makassar Akan Terima Bansos PPKM

"Kembalinya Rp 350 juta sudah alhamdulillah. Kalau sisa, disimpan untuk tahun depan," ujarnya, lalu tertawa kecil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait