alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA : Benarkah Puluhan Ribu TKA China Demo di Perusahaan Tambang Morowali ?

Muhammad Yunus Sabtu, 10 Juli 2021 | 08:51 WIB

CEK FAKTA : Benarkah Puluhan Ribu TKA China Demo di Perusahaan Tambang Morowali ?
Unjuk rasa ribuan tenaga kerja di perusahaan tambang Konawe, Sulawesi Tenggara, Tahun 2019 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Beredar video dengan narasi puluhan ribu Tenaga Kerja Asing asal China demo

Selanjutnya, pria itu menyindir Presiden Jokowi dengan sebutan ‘Joko Tingkir hebat’ yang menurutnya telah membiarkan TKA China masuk ke Indonesia.

Selain itu, kata pria tersebut, apabila puluhan ribu TKA China itu memberontak maka dirinya meyakini Pulau Sulawesi akan hancur.

“Hebat Joko. Joko Tingkir hebat. Ngeri kalau mereka ini (puluhan ribu TKA China) berontak, hancur sudah Sulawesi,” ucapnya.

Maka dari itu, pria dalam video viral tersebut meminta agar pemerintah segera memulangkan para TKA China di Morowali itu lantaran telah membuat masyarakat Indonesia resah.

Baca Juga: Rocky Gerung Soal TKA China ke Indonesia: Kenapa TKA China Kerja, Publik Nggak Boleh?

“Wajib dipulangkan ini TKA China, membuat resah. Banyak banget Subhanallah. Ini baru satu kabupaten, belum lagi di mana-mana, wah hancur sudah kalau mereka berontak ini,” ujarnya.

Video Hoaks

Humas PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Dedy Kurniawan mengklarifikasi, info video yang beredar tersebut adalah kejadian pada bulan Januari tahun 2019 lalu.

“Demo adalah demo karyawan indonesia yang minta kenaikan gaji. Jadi yang demo bukan TKA China,” ujar Dedy dalam keterangan tertulisnya kepada terkini.id, Jumat 9 Juli 2021.

“Pelaku yang membuat video hoax itu adalah penjual batagor yang bermukim di kota bogor dan sudah ditangkap polisi pada Januari 2019,” jelasnya.

Baca Juga: Fadli Zon Semprot Luhut Soal TKA China Masuk Indonesia: Ini Contoh Arogansi Kekuasaan

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait