"Saya bukan pro atau kontra dengan Jokowi, tetapi saya bersama masyarakat dan Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju. Kami meminta mahasiswa di Pulau Jawa bisa melihat pembangunan yang saat ini dilakukan Pemerintah Jokowi di luar Jawa. Bagi kami, Jokowi bukan The King Of Lip Service, tapi adalah Bapak Pembangunan Indonesia Sentris," ujarnya.
Senada dengan BEM Universitas San Pedro NTT, BEM se-Jabodetak juga menyayangkan aksi yang dilakukan oleh BEM UI.
Koordinator BEM se-Jabodetabek Budi Rahmansyah menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh BEM UI tidak ada korelasinya dengan solusi atas krisis yang dirasakan oleh Indonesia.
"Tidak ada korelasinya mengolok-olok presiden dan perubahan keadaan krisis saat ini. Apakah dengan BEM UI mengolok-olok Jokowi lantas Covid langsung hilang dan krisis langsung selesai?," ucapnya.
Baca Juga:BEM se-Jabodetabek Sentil BEM UI soal Kritikan The King of Lip Service
Ia pun menuturkan, yang mahasiswa rasakan saat ini adalah rasa duka akibat banyak keluarga mereka yang sakit bahkan meninggal gara-gara terkena serangan virus Corona.
“Saat ini yang kami rasakan dan banyak dari keluarga mahasiswa yang berduka karena keluarga mereka banyak yang sakit bahkan meninggal karena Covid,” kata Budi.
Maka dari itu, Budi menilai kritikan terhadap Presiden Jokowi tersebut adalah upaya BEM UI mengambil kesempatan politis di tengah kesulitan rakyat akibat pandemi Covid-19 saat ini.
"BEM UI tanpa pernah mengetahui perasaan kita mengambil kesempatan politis di saat yang sulit," ujarnya.
Baca Juga:Ade Armando: Leon Alvinda Putra Adalah Veronica Koman Pendukung Teroris Papua