Warga Marah Rusak Rumah Jabatan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal

Sejumlah orang tiba-tiba masuk dan marah-marah di rumah jabatan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal

Muhammad Yunus
Senin, 24 Mei 2021 | 15:02 WIB
Warga Marah Rusak Rumah Jabatan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal
Jenazah Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal disambut ribuan warga di Bandara Sentani, Jayapura, Sabtu 22 Mei 2021 / [KabarPapua.co]

SuaraSulsel.id - Sejumlah orang tiba-tiba masuk dan marah-marah di rumah jabatan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal. Mereka juga merusak sejumlah perabot dalam rumah.

Peristiwa itu terjadi saat Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri berada di rumah duka. Melayat bersama keluarga.

Sontak, beredar informasi Kapolda Papua dikeroyok sejumlah warga di dalam rumah duka Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, kawasan Dok V Atas, Kota Jayapura, Sabtu malam (22/05/2021).

Kapolda Fakhiri membantah informasi tersebut. Fakhiri menyebut kejadian itu merupakan bagian dari budaya masyarakat. Menunjukkan rasa duka, dan kekesalan atas meninggalnya almarhum Wakil Gubernur Klemen Tinal.

Baca Juga:Ketua MUI Mimika: Kami Umat Islam Merasa Sangat Kehilangan Klemen Tinal

“Saya tidak dikeroyok, tidak diserang, dan tidak kenapa-kenapa. Di semua wilayah Indonesia, khususnya di Papua itu bagian biasa dari duka keluarga,” kata Fakhiri di Jayapura kepada KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Minggu 23 Mei 2021.

Menurut Fakhiri, budaya tersebut memang harus dihilangkan. Karena menyebabkan rasa takut bagi istri, anak, dan keluarga yang ingin melihat jenazah.

“Ini sebenarnya budaya yang harus dihilangkan, karena kita ini punya anak istri, termasuk almarhum Wagub punya istri kalau melihat budaya itu ketakutan, datang marah merusak rumah, seperti kejadian tadi malam,” ujarnya.

Kapolda Fakhiri menjelaskan kronologi kericuhan di rumah wakil gubernur. Awalnya, masyarakat berkumpul di luar rumah. Kemudian masuk ke dalam rumah merusak perabotan.

Setelah mendengar penjelasan dari adik kandung almarhum, warga kembali tenang.

Baca Juga:Menko PMK Lepas Jenazah Wagub Klemen ke Papua

“Itu bagian dari budaya, setelah selesai mereka kumpul di depan rumah minta penjelasan tentang penyebab kematian, adik kandung almarhum yang menjelaskan, setelah mendengar kelompok (warga) itu masuk ke dekat keluarga, menangis dan duduk dikasih makan. Sehingga itu bukan ditujukan kepada saya ataupun yang lain,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini