Fasilitas kesehatan berjuang keras menangani korban perang dan kebutuhan sehari-hari dua juta orang di Gaza.
Sejak konflik saat ini yang dimulai 10 hari lalu terjadi, Israel telah menyerang ratusan lokasi di sekitar jalur pantai Gaza.
Israel mengatakan berusaha melumpuhkan penguasa Gaza, yaitu kelompok militan Hamas, yang telah menembakkan ratusan roket ke Israel.
Pejabat-pejabat kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 219 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka.
Baca Juga:Ustaz Ahmad akan Mengarak Bendera Palestina dari Tasikmalaya ke Gedung Sate
Di pihak Israel, 12 orang tewas oleh roket Hamas. Pemboman itu telah mendorong lebih dari 71 ribu warga Gaza – atau sekitar 3 ribu dari total populasi – mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar kini berjejalan di 56 sekolah yang dikelola oleh UNRWA.
Belajar dari perang terakhir tahun 2014, UNRWA mengatakan ketika itu sekitar 200 ribu pengungsi berdesakan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat penampungan selama 50 hari saat berkecamuknya pertempuran.
Sebagaimana yang terjadi pada tahun 2014 itu, serangan saat ini secara tidak langsung merusak fasilitas kesehatan, rumah sakit, klinik dan sekolah-sekolah PBB. WHO mengatakan sedikitnya 18 rumah sakit dan klinik, serta satu pusat kesehatan, hancur dalam serangan kali ini. Hampir setengah dari semua obat-obatan penting telah habis. (VOA)