alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polda Sulsel Perpanjang Penyekatan, Warga Reaktif Covid-19 Masuk Karantina

Muhammad Yunus Rabu, 19 Mei 2021 | 12:34 WIB

Polda Sulsel Perpanjang Penyekatan, Warga Reaktif Covid-19 Masuk Karantina
Pemeriksaan kesehatan di Pos Penyekatan Jalur Wisata [foto istimewa]

Pasca larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah

SuaraSulsel.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memperpanjang penyekatan hingga 24 Mei 2021. Pasca larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Warga yang reaktif Covid-19 akan langsung diantar ke rumah sakit terdekat untuk menjalani karantina.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Frans Sentoe mengatakan, operasi yang diperpanjang tersebut bukan operasi ketupat. Melainkan, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Sehingga, petugas akan tetap bersiaga di pos penyekatan. Untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang ingin keluar masuk ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan hingga 24 Mei 2021 mendatang.

Baca Juga: Kapok! 375 Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Solo Selama Penyekatan

"Iya, diperpanjang sampai tanggal 24 Mei. Jadi yang diperpanjang itu bukan operasi ketupatnya tapi KRYD atau kegiatan rutin yang ditingkatkan," kata Frans kepada SuaraSulsel.id, Rabu (19/5/2021).

Menurut Frans, dalam menjalankan operasi KRYD tersebut petugas akan lebih fokus melakukan penyekatan di setiap pintu masuk baik melalui jalur darat hingga jalur udara. Seperti di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Perbatasan Luwu Timur, Perbatasan Kabupaten Pinrang dan Pelabuhan Parepare.

Setiap penumpang yang ingin keluar masuk ke Sulsel akan diperiksa petugas secara acak dengan menggunakan Swab antigen Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.

"Di pos penyekatan itu kita secara acak melakukan pemeriksaan tes Swab antigen," kata dia.

"Kalau untuk WNA itu kan sudah ada aturan di bandara," tambah Frans.

Baca Juga: Penyekatan Wilayah Perbatasan Sumbar Diperpanjang hingga 24 Mei 2021

Alasan pemeriksaan dilakukan secara acak, kata dia, karena petugas yang memeriksa hanya menggunakan 50 buah alat tes Swab antigen Covid-19 setiap harinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait