alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sekolah Dijarah, Kepala SMKN 1 Rangas Mamuju Nyaris Dihajar Warga

Muhammad Yunus Kamis, 28 Januari 2021 | 13:24 WIB

Sekolah Dijarah, Kepala SMKN 1 Rangas Mamuju Nyaris Dihajar Warga
Gedung SMK Negeri 1 Rangas Mamuju ambruk pasca gempa / [Foto pojokcelebes.com]

Karena berusaha mencegah warga mengambil barang-barang perlengkapan milik sekolah. Pasca gempa 6,2 SR.

SuaraSulsel.id - Kepala SMK Negeri 1 Rangas Mamuju nyaris dihajar warga. Karena berusaha mencegah warga mengambil barang-barang perlengkapan milik sekolah. Pasca gempa 6,2 SR.

Kepala SMK Negeri Rangas, Mahmud kepada pojokcelebes.com -- jaringan suara.com mengatakan sebelum gedung sekolah dirobohkan.

Ratusan meja dan kursi milik sekolah bisa dikeluarkan. Namun perlengkapan yang sudah disusun rapi tersebut langsung dijarah oleh sejumlah orang.

”Saya hampir dikeroyok pak, karena saya larang ambil meja dan bangku itu. Saya larang karena itu milik sekolah. Eh malah saya mau dikeroyok. Mobiler yang dijarah itu adalah mobiler yang masih bisa dipakai kembali yang sudah kami pisahkan,” kata Mahmud Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Diguncang Gempa Susulan, Cerita Pilu Risma Lahirkan Gempita di Pengungsian

Mah,ud menyebutkan, SMK Negeri Rangas merupakan sekolah favorit di Mamuju. Memiliki luas 3,8 Hektare.

Siswanya berjumlah 1.108 orang sudah terdaftar di Dapodik. Sekolah ini memiliki sejumlah jurusan, sehingga sangat disayangkan jika sekolah ini tidak memiliki bangunan lagi.

”Kami sudah laporkan ke Kementerian Pendidikan soal kondisi sekolah kami yang sudah roboh akibat gempa. Sekolah ini memiliki ribuan siswa mau dikemanakan. Kami minta petunjuk dulu sama pemerintah apakah kami buat bangunan darurat atau seperti apa,” terangnya.

Seperti diketahui gedung SMK Negeri 1 Rangas, diguncang gempa 6,2 SK. Beberapa kondisi bagunan langsung ambruk dan gedung lainnya alami rusak berat.

Kondisi bangunan sekolah yang 100 persen tidak bisa digunakan, sekolah tersebut sudah dirobohkan dengan menggunakan alat berat.

Baca Juga: Takut Gempa Susulan, Sejumlah Warga Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Saat ini, areal sekolah menjadi lahan kosong dan yang tersisa adanya reruntuhan beton. Terlihat warga sibuk mencari sisa-saia besi untuk dijual.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait