Soal Pemanasan Global dan Gunung Api, Menteri Risma Tak Sepenuhnya Salah

Letusan gunung api bisa memicu perubahan iklim. Tetapi apakah iklim, termasuk pemanasan global, bisa meningkatkan peluang letusan gunung berapi?

Liberty Jemadu
Kamis, 21 Januari 2021 | 06:05 WIB
Soal Pemanasan Global dan Gunung Api, Menteri Risma Tak Sepenuhnya Salah
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.[Istimewa]

SuaraSulsel.id - Komentar Menteri Sosial, Tri Rismaharini pada pekan ini soal pemanasan global dan letusan gunung api memantik cemohan di media sosial.

Menteri Risma di Lumajang, Jawa Timur mengatakan bahwa ada kemungkinan letusan gunung Semeru terjadi karena pemanasan global.

"Memang dampak global warming ini luar biasa. Mungkin lho ya, karena saya teorinya tidak tahu dan saya juga bukan ahlinya. Tapi karena ada gempa bumi, kemudian ada goyangan-goyangan di lempengan yang menyebabkan adanya erupsi Gunung Semeru dan sebagainya, kita tidak tahu. Tapi kita harus siap," kata Menteri Risma di Lumajang, seperti diwartakan Tempo.co pada Senin (18/1/2021).

Beberapa warganet, demi membaca analisis Risma itu, mengaku geli. Mereka mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara letusan gunung berapi dengan pemanasan global.

Baca Juga:Menteri Sosial Disambut Hangat di Manado, Warga : Terima Kasih Bu Risma

"Malu-maluin banget sih," tulis seorang pengguna Twitter, mengolok komentar Risma soal pemanasan global dan letusan gunung berapi.

Bencana global akibat Tambora

Memang ada hubungan erat antara letusan gunung berapi dengan perubahan iklim. Para ilmuwan sejak lama sudah menunjukkan bukti bahwa erupsi gunung api bisa mengubah iklim Bumi, bahkan sampai pada tingkat ekstrem.

Letusan Gunung Tambora di Lombok adalah salah satu contoh terkenal bagaimana letusan gunung berapi bisa mengubah iklim Bumi dan memicu kesengsaraan dalam skala global.

Letusan Gunung Tambora pada April 1815 disebut telah membuat negara-negara di utara Katulistiwa tak bisa merasakan musim panas pada 1816.

Baca Juga:Risma ke Halmahera Utara Bawa Pesan Jokowi

Para ilmuwan sepakat bahwa sulfur dalam abu Tambora, yang memenui atmosfer Bumi, telah menghalangi sinar Matahari dan menyebabkan suhu global turun drastis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini