alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketat ! 16 Pertanyaan Ini Bikin Warga Batal Disuntik Vaksin Covid-19

Muhammad Yunus Kamis, 14 Januari 2021 | 13:54 WIB

Ketat ! 16 Pertanyaan Ini Bikin Warga Batal Disuntik Vaksin Covid-19
Relawan menjaga jarak saat mengantre untuk menjalani vaksinasi Covid-19 dalam simulasi di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Hari pertama program vaksinasi Covid-19 di Sulsel, banyak calon penerima yang sudah terdaftar batal disuntik

SuaraSulsel.id - Calon penerima vaksin Covid-19 tidak boleh asal disuntik. Ada syarat yang harus dipenuhi. Petugas akan melakukan tes skrining terlebih dahulu.

Pada skrining atau wawancara oleh petugas, calon penerima vaksin diseleksi apakah dinyatakan memenuhi syarat atau tidak.

Ada 16 pertanyaan yang diajukan petugas ke penerima. Namun sebelum ditanya, penerima akan diukur suhu dan tekanan darahnya terlebih dahulu.

16 pertanyaan yang wajib dijawab dengan jujur oleh calon penerima adalah:

Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19, Wakil Gubernur Sulsel : Pegal di Lengan

1. Apakah pernah terkonfirmasi menderita Covid-19 atau tidak?
2. Apakah anda sedang hamil atau menyusui?
3. Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/ suspek/ atau terkonfirmasi / sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19?
5. Apakah anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya? (pertanyaan untuk vaksinasi kedua).
6. Apakah anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah?
7. Apakah anda menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner)?
8. Apakah anda menderita penyakit autoimun sistemik (SLE/Lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya?
9. Apakah anda menderita penyakit ginjal? (penyakit ginjal kronis /sedang menjalani hemodialysis/dyalysis peritoneal/transpalantasi ginjal/ sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)
10. Apakah anda menderita penyakit reumatik autoimun/rhematoid arthritis?
11. Apakah anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis?
12. Apakah anda menderita penyakit hipertiroid/hipertiroid karena autoimun?
13. Apakah anda menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi?
14. Apakah anda menderita penyakit diabetes melitus?
15. Apakah anda menderita HIV?
16. Apakah anda memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC)?

Jika terdapat jawaban ya pada salah satu pertanyaan nomor 1-13, maka vaksinasi tidak diberikan.

Sementara, untuk pertanyaan nomor 14, penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbAiC di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi.

Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4 <200 atau tidak diketahui, maka vaksinasi tidak diberikan.

Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Tidak Memenuhi Syarat Disuntik Vaksin Covid

Sementara, untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat obat anti tuberkulosis.

Di Sulsel sendiri, hanya enam orang yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima vaksin pertama di Sulawesi Selatan. Padahal sebelumnya ada 15 nama yang sudah disiapkan.

Enam orang itu adalah Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni.

Lalu, Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sulsel Abdul Wahid Haddade, Ketua PPNI Sulsel Abdul Rahmat dan ketua KNPI Sulsel, Nurkanita Maddurani.

"Beberapa tidak memenuhi syarat karena penyintas Covid-19 dan sedang dalam keadaan tidak sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari, Kamis (14/1/2021).

Seperti dirinya dan Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani, mereka pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Lalu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang kontak dengan pasien suspek.

Lalu ada juga Pangdam Kodam XIV Hasanuddin Mayjen Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Merdysiam, Kepala Kejati Firdaus Dewilmar, Wakil Sekretaris PKK Sulsel Aisyah Ahmad, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Gemini Alam dan MPI KNPI Sulsel, Imran Eka.

"Ada juga yang kontak dengan pasien yang sedang positif, kondisi darahnya tidak normal, dan punya penyakit comorbid seperti pneumonia," tambahnya.

Mustari mengatakan beberapa orang ini masih bisa divaksin tiga bulan dari sekarang. Stok vaksin yang tersisa itu pun akan dikembalikan ke cool box di Dinas Kesehatan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait