alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Negara-negara Asia Tenggara Mulai Berburu Vaksin Covid-19

M. Reza Sulaiman Rabu, 02 Desember 2020 | 19:54 WIB

Negara-negara Asia Tenggara Mulai Berburu Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Negara-negara Asia Tenggara mulai mencari vaksin Covid-19, menyusul Eropa dan Amerika.

SuaraSulsel.id - Negara-negara Asia Tenggara mulai mencari vaksin Covid-19, menyusul Eropa dan Amerika.

Salah satunya adalah Indonesia, negara dengan tingkat infeksi Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara yang telah melewati 500.000 kasus. Negara terbesar di Asia Tenggara ini menargetkan 107,2 juta penduduknya untuk memperoleh vaksin demi mencapai kekebalan komunitas.

"Sebanyak 30 persen dari total target akan memperoleh vaksin gratis dari pemerintah," ujar Menteri Kesehatan Indonesia Terawan Agus Putranto, beberapa waktu lalu.

Indonesia membutuhkan 73,9 juta dosis vaksin untuk program vaksin gratis, dan 172,6 juta untuk program mandiri.

Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Ditjen Pajak Kejar Penerimaan 2021

Sebanyak 143 juta dosis kebutuhan vaksin itu akan dipenuhi oleh Sinovac, perusahaan farmasi asal China, dan 30 juta lainnya dari Novavax, perusahaan obat Amerika.

Selain itu, Indonesia akan memperoleh 57,6 juta vaksin Merah Putih yang dibuat oleh ahli dari dalam negeri, dan 16 juta dosis lainnya dari kerja sama Covax Facility yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mengutip keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada awal November, total dana yang dianggarkan Indonesia untuk mendapatkan vaksin sebesar Rp34 triliun hingga 2021.

Dari dana itu, sebanyak Rp5 triliun dianggarkan untuk pengadaan vaksin pada tahun ini dan Rp29,23 triliun pada tahun depan.

Sementara itu, Malaysia akan memberikan vaksin gratis kepada 9,6 juta orang atau 30 persen penduduknya. Vaksin tersebut berasal dari perusahaan China dan perusahaan asal AS, Pfizer

Baca Juga: Reaktif Covid-19, Eks Kepala KUA Tanah Abang Batal Diperiksa Penyidik Polda

"Malaysia memprioritaskan [pemberian vaksin] untuk kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang ada di garda terdepan, dan mereka yang memiliki penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes," ujar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin Jumat lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait