alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Perancis Kunjungi Lokasi Penyerangan Mematikan

Muhammad Yunus Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:48 WIB

Presiden Perancis Kunjungi Lokasi Penyerangan Mematikan
Presiden Prancis mengunjungi lokasi penyerangan / Foto : VOA

Penyerang terluka oleh polisi dan dirawat di rumah sakit setelah pembunuhan

SuaraSulsel.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Basilika Notre Dame, di bagian Mediterania Kota Nice. Dimana seorang penyerang bersenjata pisau telah menewaskan tiga orang di sebuah gereja, Kamis (29/10).

Polisi Prancis memeriksa kawasan di sekitar gereja Notre Dame di Nice, Perancis selatan, Kamis, 29 Oktober 2020.

Penyerang terluka oleh polisi dan dirawat di rumah sakit setelah pembunuhan itu.

Serangan ketiga dalam dua bulan terakhir di Perancis itu semakin mencekam. Sejak kehebohan atas karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan ulang oleh surat kabar satir, Charlie Hebdo.

Dikutip dari VOA Indonesia, Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Prancis membuka penyelidikan atas pembunuhan Nice. Menandai serangan ketiga sejak sidang dibuka pada September lalu terhadap 14 orang yang terkait dengan pembunuhan yang terjadi di Charlie Hebdo dan supermarket halal pada Januari 2015.

MUI Nilai Presiden Prancis Sudutkan Islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara mengenai tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menyudutkan Islam.

Tudingan ini dilontarkan Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi. Ia menuding Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuburkan Islamophobia karena secara tidak langsung mendukung penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui karikatur.

"MUI menilai bahwa Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamphobia," kata Muhyiddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Sebelumnya, seorang guru di Prancis dibunuh karena mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad SAW yang menurut umat Islam sebagai penghinaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait