alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jawaban Balik Mahasiswa ke Megawati: Harusnya Sadar Kenapa Masyarakat Marah

Muhammad Yunus Jum'at, 30 Oktober 2020 | 08:14 WIB

Jawaban Balik Mahasiswa ke Megawati: Harusnya Sadar Kenapa Masyarakat Marah
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato politik pada penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Megawati sempat menyampaikan hal itu sekaligus mencibir kaum milenial yang kerap melakukan aksi protes dengan demonstrasi.

SuaraSulsel.id - Ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang mempertanyakan sumbangsih kaum milenial kepada bangsa dan Negara mendapat serangan balik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Mahasiswa meminta Megawati sadar dan mempertanyakan apa penyebab masyarakat marah kepada pemerintah.

Megawati sempat menyampaikan hal itu sekaligus mencibir kaum milenial yang kerap melakukan aksi protes dengan demonstrasi.

Terlebih demonstrasi yang digelar berakhir dengan aksi perusakan terhadap fasilitas umum yang belakangan terjadi di Jakarta.

Terkait hal itu, Koordinator Kajian Isu BEM SI, Alif Zulfikar Syahroni justru meminta agar Megawati melihat akar masalah sehingga muncul gerakan protes di masyarakat. Bukan menyoroti soal fasilitas yang rusak saat massa aksi mulai memanas.

"Yang harus dinilai oleh pemerintah atau Bu Mega, semestinya adalah kenapa masyarakat marah sehingga adanya kerusakan? Bukan penyebabnya yang dipersoalkan, malah kerusakan itu yang disorot," ujar Alif saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/10/2020).

Alih-alih mengkritik kaum milenial yang turun aksi, Megawati malah diminta agar menjadi jembatan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo agar aspirasi rakyat bisa didengarkan.

"Harusnya mereka sadar kenapa masyarakat bisa marah, karena kebijakan yang sudah tidak berlandaskan untuk rakyat," kata Alif.

Selain itu, ia menegaskan, sejak perencanaan aksi massa, tidak ada sama sekali niatan untuk merusak fasilitas umum.

"Soal merusak, setiap kami turun aksi, sebagai mahasiswa tidak ada kesepakatan hasil konsolidasi atau tujuan untuk merusak fasilitas publik," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait