alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berkunjung ke Desa Kertoraharjo, Ini Luwu Timur atau Bali ?

Muhammad Yunus Jum'at, 23 Oktober 2020 | 09:33 WIB

Berkunjung ke Desa Kertoraharjo, Ini Luwu Timur atau Bali ?
Warga melakukan penyambutan dengan tarian dan adat Bali di Desa Kertoraharjo, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2020) / Foto : Humas Pemprov Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengaku merasakan suasana Bali, saat memasuki Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengaku merasakan suasana Bali, saat memasuki Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur.

Nurdin merasa seperti berada di Provinsi Bali. Pasalnya, semua rumah dan lorong di desa ini dipenuhi dengan ornamen khas dari Bali. Seperti gerbang rumah bak gerbang pura, dan rumah ibadah bagi yang beragama Hindu.

"Hari ini betul-betul merasa bukan di Sulawesi Selatan, tapi serasa di Bali. Sulawesi Selatan ini merupakan daerah yang memiliki toleransi umat beragama yang sangat luar biasa," tuturnya, Kamis 22 Oktober 2020.

Sementara itu, Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Iyan Kusmadiana, mengatakan, saat masuk di kawasan Desa Kertoraharjo langsung mengabadikan gambar dan langsung mengirimkan ke atasannya.

"Kami pertama masuk di sini tadi, saya sempat foto, kirim ke para pimpinan dan kami rasa, ini seperti masuk di Bali. Ini Luwu Timur atau Bali," katanya.

Gubernur Canangkan Kawasan Siaga Bencana di Luwu Timur

Nurdin Abdullah mencanangkan kawasan siaga bencana di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel. Kegiatan siap siaga tersebut dipelopori Tagana dan Dinas Sosial Sulsel dan Lutim.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) sendiri merekrut anggota sebanyak 120 orang dari dua kecamatan di Lutim. Mereka dilatih secara khusus, bagaimana membantu warga di kawasan siaga bencana alam.

Warga melakukan penyambutan dengan tarian dan adat Bali di Desa Kertoraharjo, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2020) / Foto : Humas Pemprov Sulsel
Warga melakukan penyambutan dengan tarian dan adat Bali di Desa Kertoraharjo, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2020) / Foto : Humas Pemprov Sulsel

"Saya mendapatkan amanah untuk membuka kegiatan ini. Kami setiap kegiatan selalu kompak dalam mengikuti kegiatan dengan diikuti bupati dan anggota DPRD setempat maupun provinsi," kata Nurdin di hadapan Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Iyan Kusmadiana, di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur.

Ia menjelaskan, bencana alam terjadi karena ketidakseimbangan alam semesta. Sementara Tuhan sudah menciptakan alam semesta dengan desain yang luar biasa, tergantung bagaimana kita menjaga alam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait