facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Alasan Pelaku Teror 15 Mahasiswi UIN Alauddin Dengan Video Porno

Muhammad Yunus Kamis, 08 Oktober 2020 | 14:56 WIB

Ini Alasan Pelaku Teror 15 Mahasiswi UIN Alauddin Dengan Video Porno
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jendral Polisi Merdisyam memberikan keterangan, terkait penangkapan pelaku teror alat kelamin, Kamis (8/10/2020) / Foto Suara.com : Muhammad Aidil

Pelaku merupakan mahasiswa DO di Kampus UIN Alauddin, angkatan 2013

SuaraSulsel.id - Pria berinisial KMA (26 tahun) terduga pelaku teror alat kelamin melalui panggilan video aplikasi WhatsApp terhadap sejumlah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengaku mengalami depresi saat melakukan aksinya.

"Saya melakukan hal itu karena depresi," kata KMA di Mapolreatabes Makassar, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kamis (8/10/2020).

KMA menjelaskan aksi teror alat kelamin yang dilakukan tersebut, berawal dari perkenalannya bersama salah satu korban inisial F di media sosial Instagram.

"Saya belum menikah. Dapat kontak korban dari Instagram terus lanjut ke WhatsApp," jelas KMA.

Baca Juga: Ditangkap, Pelaku Teror Alat Kelamin di UIN Makassar Ternyata Mahasiswa DO

Agar aksi teror kelamin tersebut tidak ketahuan, pelaku kemudian menghubungi korban melalui panggilan WhatsApp dengan menggunakan akun palsu.

"Saya melakukan hal itu (teror kelamin) kepada satu orang korban F dengan memakai akun palsu," kata dia.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) Inspektur Jendral Polisi Merdisyam mengungkapkan, pelaku berasal dari Kabupaten Bulukumba. KMA merupakan mahasiswa Drop Out (DO) di UIN Alauddin Makassar.

"Pelaku merupakan mahasiswa DO di perguruan tersebut (UIN Alauddin) angkatan 2013. Makanya kenal dengan beberapa korban tersebut. Bukan dari jurusan yang sama dengan korban," ungkap Merdisyam.

Aksi teror video alat kelamin yang dilakukan pelaku terjadi pada September 2020. Saat beraksi, selama ini pelaku menggunakan empat nomor ponsel yang berbeda.

Baca Juga: Dipukul Mundur, Massa Penolak Omnibus Law Sempat Bertahan di Dago

"Korban merasa terlecehkan karena pelaku memperlihatkan alat kelaminnya melalui panggilan video call WhatsApp," terang Merdisyam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait