Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kematian Wartawan Demas Laira, Ini Hasil Pemeriksaan Terhadap Kepala Desa

Muhammad Yunus Jum'at, 02 Oktober 2020 | 05:14 WIB

Kematian Wartawan Demas Laira, Ini Hasil Pemeriksaan Terhadap Kepala Desa
Foto petugas memasang garis polisi di lokasi penemuan mayat, Rabu (23/09/2020) (Foto: Humaspolsek Sempolan)

Polisi memeriksa barang bukti berupa sandal dan sepatu yang ditemukan di lokasi Demas Laira meninggal dunia

SuaraSulsel.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan wartawan Sulawesion.com Demas Laira (28 tahun). Kematian Demas Laira hingga saat ini masih menjadi misteri.

Demas Laira ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Kamis (20/8/2020).

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Demas Laira pamit pergi menuju Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2020) sore.

Dari rumah, Demas Laira berangkat seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.

"Sudah diperiksa kepala desa yang pernah diliput Demas. Tidak ada konflik dengan kepala desa atau mungkin ketersinggungan sebagainya. Demas datang dengan baik-baik. Jadi tidak ada rasa sakit hati," kata Syamsu, kepada Suarasulsel.id, Kamis (1/10/2020).

Terbaru, polisi memeriksa barang bukti berupa sandal dan sepatu yang ditemukan di lokasi Demas Laira meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, cara ini ditempuh setelah sebulan lebih penyidik belum juga dapat mengungkap kasus kematian Demas Laira.

"Sepatu dan sendal yang ditemukan di lokasi sudah dikirim ke labfor untuk identifikasi. Itu yang didalami sama penyidik, cuma ada kemungkinan bukan punya Demas. Tapi masih diperiksa Labfor," kata Syamsu.

Syamsu mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi penyidik, sehingga sampai hari ini belum juga mendapat titik terang selama menangani kasus pembunuhan yang menimpah Demas Laira.
Antara lain adalah kurangnya alat bukti, saksi kunci yang belum ditemukan, dan minimnya cahaya di lokasi kejadian.

Syamsu menjelaskan, kurangnya alat bukti menjadi salah satu kendala penyidik untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait