- Pengendara Toyota Innova nekat menerobos jalan beton yang masih dalam pengerjaan di perbatasan Makassar-Gowa pada 27 Mei 2026.
- Aksi tersebut memicu kecaman publik karena berpotensi merusak infrastruktur jalan yang sedang dalam tahap proses pengerasan beton.
- Bapenda Sulsel mengonfirmasi kendaraan tersebut menunggak pajak sejak Oktober 2025 dan akan menagih langsung ke rumah pemiliknya.
"Sudah tidak bayar pajak, melanggar lagi. Benar-benar otaknya tidak dipakai," ketus seorang pengguna media sosial.
Sebagian netizen bahkan meminta aparat dan pemerintah memberi sanksi tegas terhadap pengendara yang dianggap merugikan kepentingan umum tersebut.
Pasalnya, proses pengecoran jalan membutuhkan waktu tertentu hingga beton benar-benar mengeras dan siap dilalui kendaraan.
Jika dilintasi terlalu cepat, struktur permukaan jalan berisiko rusak dan tidak bertahan lama.
Menanggapi viralnya kejadian itu, Kepala Bapenda Sulsel, Andi Winarno membenarkan bahwa kendaraan tersebut memang masih memiliki tunggakan pajak.
Ia mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pemilik kendaraan berdasarkan nomor pelat yang viral di media sosial.
"Benar, kendaraan tersebut belum melunasi pajak dan tercatat menunggak sejak Oktober 2025," ujar Andi saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menambahkan tim penagihan pajak kendaraan bermotor dari Bapenda Sulsel akan mendatangi rumah pemilik kendaraan untuk melakukan penagihan langsung.
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah daerah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang
Belakangan ini, Bapenda Sulsel memang tengah gencar melakukan penagihan terhadap kendaraan yang menunggak pajak.
Selain melalui operasi sweeping di jalan raya, petugas juga mendatangi langsung rumah-rumah wajib pajak.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka tunggakan pajak kendaraan yang nilainya cukup besar setiap tahun.
Sementara itu, viralnya aksi pengendara Innova tersebut kembali memunculkan perdebatan soal rendahnya kesadaran sebagian pengguna jalan terhadap fasilitas publik.
Banyak warga menilai, tindakan menerobos jalan yang masih diperbaiki bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas yang berharap perbaikan jalan bisa segera selesai dan bertahan lama. Apalagi, kondisi jalan rusak selama ini kerap menjadi keluhan warga di Makassar dan Gowa.
Karena itu, ketika proses perbaikan sedang dilakukan, masyarakat justru diharapkan ikut menjaga hasil pembangunan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Payroll Perusahaan Jadi Lebih Efisien dengan Solusi Digital QLola by BRI
-
Panduan Lengkap Fase Registrasi Domain .ai.id untuk Publik Indonesia
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Lulusan SD Dominasi 16 Ribu Jemaah Haji Embarkasi Makassar
-
Wisata Pungut Sampah di Kota Kendari