Muhammad Yunus
Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:47 WIB
Pengendara Innova nekat menerobos jalan beton yang masih dalam tahap pengerjaan bikin warganet geram [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pengendara Toyota Innova nekat menerobos jalan beton yang masih dalam pengerjaan di perbatasan Makassar-Gowa pada 27 Mei 2026.
  • Aksi tersebut memicu kecaman publik karena berpotensi merusak infrastruktur jalan yang sedang dalam tahap proses pengerasan beton.
  • Bapenda Sulsel mengonfirmasi kendaraan tersebut menunggak pajak sejak Oktober 2025 dan akan menagih langsung ke rumah pemiliknya.

SuaraSulsel.id - Aksi seorang pengendara Toyota Innova di Jalan Aroepala, perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, menuai kecaman luas di media sosial.

Pengendara tersebut nekat menerobos jalan beton yang masih dalam tahap pengerjaan, meski area itu telah dipasangi tanda larangan melintas.

Video aksi itu viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial sejak 27 Mei 2026.

Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil Toyota Innova berpelat DD 1950 RF perlahan melintas di atas jalan beton yang baru dicor.

Padahal, di lokasi telah terpasang palang dan penanda bahwa ruas jalan tersebut masih dalam proses perbaikan.

Namun, pengemudi mobil berwarna gelap itu tetap memaksa masuk. Diduga ia ingin menghindari antrean kendaraan di jalur sebelah yang masih dibuka untuk umum.

Aksi tersebut sontak memicu kemarahan warga dan pengguna jalan lainnya. Banyak yang menilai tindakan itu egois karena berpotensi merusak jalan yang baru saja diperbaiki.

"Giliran jalan rusak paling banyak komplain," tulis salah seorang netizen.

Komentar lain juga menyindir tindakan pengemudi yang dianggap tak menghargai proses pembangunan jalan.

Baca Juga: Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang

"Tidak diperbaiki mengeluh, giliran diperbaiki malah bikin cepat rusak," tulis pengguna media sosial lainnya.

Kekesalan publik semakin bertambah setelah identitas kendaraan itu ditelusuri warganet.

Sejumlah netizen kemudian mengecek status pajak kendaraan melalui aplikasi resmi milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Basul Mobile.

Hasilnya, kendaraan tersebut diketahui belum melunasi pajak kendaraan bermotor dengan total tunggakan mencapai Rp6.040.915.

Data yang beredar menyebut mobil berkapasitas mesin 1.998 CC itu telah menunggak pajak sejak Oktober 2025.

Fakta tersebut kembali memancing reaksi keras dari warganet.

"Sudah tidak bayar pajak, melanggar lagi. Benar-benar otaknya tidak dipakai," ketus seorang pengguna media sosial.

Sebagian netizen bahkan meminta aparat dan pemerintah memberi sanksi tegas terhadap pengendara yang dianggap merugikan kepentingan umum tersebut.

Pasalnya, proses pengecoran jalan membutuhkan waktu tertentu hingga beton benar-benar mengeras dan siap dilalui kendaraan.

Jika dilintasi terlalu cepat, struktur permukaan jalan berisiko rusak dan tidak bertahan lama.

Menanggapi viralnya kejadian itu, Kepala Bapenda Sulsel, Andi Winarno membenarkan bahwa kendaraan tersebut memang masih memiliki tunggakan pajak.

Ia mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pemilik kendaraan berdasarkan nomor pelat yang viral di media sosial.

"Benar, kendaraan tersebut belum melunasi pajak dan tercatat menunggak sejak Oktober 2025," ujar Andi saat dikonfirmasi, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menambahkan tim penagihan pajak kendaraan bermotor dari Bapenda Sulsel akan mendatangi rumah pemilik kendaraan untuk melakukan penagihan langsung.

Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah daerah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Sulawesi Selatan.

Belakangan ini, Bapenda Sulsel memang tengah gencar melakukan penagihan terhadap kendaraan yang menunggak pajak.

Selain melalui operasi sweeping di jalan raya, petugas juga mendatangi langsung rumah-rumah wajib pajak.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka tunggakan pajak kendaraan yang nilainya cukup besar setiap tahun.

Sementara itu, viralnya aksi pengendara Innova tersebut kembali memunculkan perdebatan soal rendahnya kesadaran sebagian pengguna jalan terhadap fasilitas publik.

Banyak warga menilai, tindakan menerobos jalan yang masih diperbaiki bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas yang berharap perbaikan jalan bisa segera selesai dan bertahan lama. Apalagi, kondisi jalan rusak selama ini kerap menjadi keluhan warga di Makassar dan Gowa.

Karena itu, ketika proses perbaikan sedang dilakukan, masyarakat justru diharapkan ikut menjaga hasil pembangunan tersebut.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More