- PT Danantara Investment Management dan Denera menetapkan delapan mitra terpilih untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik tahap kedua.
- Penetapan mitra di delapan lokasi tersebut masih bersifat bersyarat dan wajib memenuhi seluruh ketentuan pengadaan yang berlaku secara objektif.
- Proyek ini melibatkan perusahaan domestik dan internasional untuk mendorong transfer teknologi serta mempercepat pembangunan ekosistem pengelolaan sampah di Indonesia.
SuaraSulsel.id - PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.
Seleksi mencakup 8 lokasi pengembangan dan meliputi 20 kabupaten/kota, yang mana penetapan mitra terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional,” tegas Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman di Jakarta, Senin 13uli 2026.
Fadli menjelaskan, penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, serta komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.
“Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi,” ujar Fadli.
Delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua, diantaranya :
1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) untuk proyek di Medan Raya
2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) untuk proyek di Kabupaten Bekasi
3. Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) untuk proyek di Lampung Raya
4. Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) untuk proyek di Serang Raya
5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) untuk proyek di Semarang Raya
6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk proyek di Surabaya Raya
7. MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) untuk proyek di Bogor Raya 2
8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk proyek di Yogyakarta Raya.
Adapun, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Prancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal China.
"Seluruh konsorsium itu menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional," ujar Fadli.
Baca Juga: DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), Fadli menjelaskan terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek, yang mana berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki mitra terpilih dan mitra cadangan.
Nantinya, mitra terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA), yang merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL.
Selain itu, mitra terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya, sementara mitra cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila mitra terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Setelah penerbitan CLoa, Fadli menegaskan masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan feasibility study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company, dan penyelesaian dokumen komersial serta perolehan persetujuan pembiayaan.
Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
"Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Pandu.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur