- Seorang oknum dosen berinisial S di Parepare diduga mencabuli seorang perempuan di minimarket pada 1 Maret 2026.
- Pelaku menggesekkan alat kelamin ke tubuh korban dari belakang saat korban berbelanja, memicu teriakan dan amuk massa nyaris terjadi.
- Polres Parepare mengamankan dosen S pada 2 Maret 2026 dan menjeratnya dengan pasal KUHP serta UU TPKS.
SuaraSulsel.id - Tingkah seorang oknum dosen di Kota Parepare, Sulawesi Selatan ini bikin geleng-geleng kepala.
Bukannya memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, pria berinisial S itu justru harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di dalam minimarket.
Peristiwa itu terjadi di salah satu gerai Alfamart yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Parepare. Kejadiannya pada Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 Wita.
Aksi tak senonoh tersebut bahkan sempat memicu kemarahan warga.
Pelaku nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah korban berteriak meminta pertolongan.
Beruntung situasi dapat segera dikendalikan hingga akhirnya kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, namun videonya baru viral di media sosial.
Pihaknya juga telah mengamankan pelaku yang diketahui berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Parepare.
"Sudah diamankan atas laporan tindak pidana pencabulan. Inisialnya S, salah satu dosen," ujar Agus, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga: Oknum Dosen ITH Parepare Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswi
Peristiwa itu bermula ketika korban berinisial MF tengah berbelanja di dalam Alfamart.
Saat itu korban sedang memilih pasta gigi di etalase penjualan seperti pengunjung lainnya.
Namun tanpa diduga, pelaku datang dari arah belakang dan berdiri sangat dekat dengan korban.
Awalnya, kata Agus, korban merasa mungkin tidak sengaja. Namun, ia ternyata diikuti oleh terduga pelaku dan melakukan hal yang sama kedua kalinya.
"Korban saat itu sedang mengambil barang di rak. Kemudian pelaku datang dari arah belakang dan dengan sengaja menggesekkan alat kelaminnya ke bagian belakang tubuh korban sebanyak dua kali," jelas Agus.
Korban yang terkejut dan merasa dilecehkan langsung berteriak keras meminta pertolongan kepada karyawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045