- Sat Reskrim Polres Muna ambil alih kasus asusila oknum pimpinan pondok pesantren di Mubar, Sultra.
- Pengalihan penanganan kasus untuk menjamin objektivitas karena adanya eskalasi tuntutan massa SEMMAGI.
- Polisi telah memeriksa saksi dan mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi anarkis demi kelancaran penyelidikan.
SuaraSulsel.id - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna mengambil alih penanganan kasus dugaan tindak pidana asusila.
Melibatkan oknum pimpinan sebuah pondok pesantren di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pengalihan kasus ini dilakukan guna memastikan proses hukum berjalan objektif menyusul adanya eskalasi massa dari Serikat Mahasiswa Masyarakat Desa Guali (SEMMAGI) yang menuntut keadilan bagi korban.
Kasi Humas Polres Muna Iptu Muhammad Jufri saat dihubungi dari Kendari, mengatakan saat ini penyidik tengah bekerja intensif untuk mendalami laporan tersebut, dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk memperkuat alat bukti.
"Saat ini sudah ada beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan. Kami pastikan perkara ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Jufri, mengutip dari Antara, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan jika sebelumnya sempat terjadi ketegangan saat massa aksi mencoba merangsek masuk ke area pondok pesantren.
Hingga terjadi bentrokan dengan pihak pesantren dan orang tua santri. Meski terdapat kerusakan pada fasilitas jembatan masuk, situasi berhasil dikendalikan oleh personel pengamanan.
"Situasi saat ini sudah aman dan terkendali. Massa sudah meninggalkan lokasi menuju Kantor DP3A Muna Barat. Namun, sebagai langkah antisipasi, personel Polsek Kusambi tetap disiagakan di titik lokasi untuk menjaga kondusivitas," ujarnya.
Jufri mengimbau masyarakat ataupun kelompok tersebut agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau aksi anarkis yang dapat menghambat jalannya penyelidikan.
Baca Juga: Memasuki Babak Baru, Ini 5 Fakta Kasus Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi
"Kami meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polri. Kami berkomitmen untuk menuntaskan perkara dugaan kekerasan seksual ini secara transparan dan profesional," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Polres Muna terus melakukan pemantauan di wilayah Kecamatan Kusambi untuk menjamin rasa aman bagi warga sekitar serta memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang
-
Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo
-
Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!
-
Pertamini dan Pengecer BBM di Kendari Dibongkar Petugas
-
Awas! Suhu Panas di Sulsel Bisa Tembus 45 Derajat, Ini Daftar Wilayah Masuk Status Siaga