- Dua oknum polisi Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi dan Aiptu Nasrul, diamankan Polda Sulsel terkait dugaan keterlibatan jaringan narkotika.
- Kedua perwira tersebut diduga menerima aliran dana rutin sekitar Rp13 juta per pekan dari bandar narkoba sejak September 2025.
- Kasus ini terungkap setelah penangkapan bandar berinisial ET; kedua oknum kini ditempatkan dalam penempatan khusus untuk pemeriksaan.
SuaraSulsel.id - Dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam jaringan peredaran narkotika kembali mencuat di Sulawesi Selatan. Kali ini, dua oknum perwira di jajaran Polres Toraja Utara diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam perkara narkoba.
Mereka adalah Kasat Reserse Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, dan seorang Kanit Narkoba, Aiptu Nasrul.
Keduanya diamankan tim khusus Polda Sulawesi Selatan dan kini telah ditempatkan dalam penempatan khusus (patsus) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel.
Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendy, membenarkan penindakan terhadap dua anggota tersebut.
"Sudah kita tempatkan dalam patsus," kata Zulham, Minggu, 22 Februari 2026.
Menurut Zulham, langkah penempatan khusus dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan itu diambil setelah hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan keterkaitan keduanya dengan jaringan peredaran narkotika di wilayah Toraja Utara dan sekitarnya.
Dari informasi yang dihimpun, AKP Arifan Efendi bersama Aiptu Nasrul diduga menerima aliran dana rutin dari seorang bandar narkoba yang beroperasi di wilayah Toraja.
Nilai setoran yang diterima disebut mencapai Rp13 juta setiap pekan dan diduga berlangsung sejak September 2025.
Meski demikian, Zulham menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan masing-masing serta peran yang dijalankan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bripda Dirja Pratama: Sempat Telepon Ibu Saat Subuh, Siang Pulang Tak Bernyawa
"Tidak ada toleransi. Kami akan menelusuri sejauh mana keterlibatan masing-masing dan peran yang dijalankan," tegasnya.
Ia memastikan institusi tidak akan memberi ruang bagi anggota yang terbukti terlibat dalam praktik peredaran narkotika.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang bandar narkoba berinisial ET alias O oleh jajaran Polres Tana Toraja.
Dari tangan ET, polisi menyita barang bukti sabu seberat 100 gram.
Dalam pemeriksaan lanjutan terhadap ET, muncul dugaan adanya aliran dana rutin kepada oknum aparat di wilayah Toraja Utara.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polda Sulsel dengan memanggil dua perwira yang bersangkutan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Bripda Dirja Pratama: Sempat Telepon Ibu Saat Subuh, Siang Pulang Tak Bernyawa
-
Makassar Semarak Sambut Imlek, Ratusan Polisi Dikerahkan
-
Polisi Tangkap Penipu Agen BRI Link di Makassar
-
Oknum Polisi Bone Pamer Kelamin ke Anak Bawah Umur, Begini Nasibnya!
-
Banjir Laporan Anggota Polisi Selingkuh, Begini Reaksi Mahfud MD
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad