- Ketua Pos Pengamatan, Yudia P Tatipang, melaporkan jarak luncur lava Gunung Karangetang mencapai 1.000 meter pada Jumat (21/8).
- Gunung Karangetang di Pulau Siau yang erupsi pada 9 Agustus 2026 kini masih berstatus Waspada atau Level II.
- Masyarakat diimbau mematuhi radius bahaya sejauh 1,5 hingga 2,5 kilometer dari area kawah yang telah ditetapkan.
SuaraSulsel.id - Ketua Pos Pengamatan Gunung Api, Yudia P Tatipang mengatakan sepekan lebih setelah erupsi efusif kawah dua (kawah utara) Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, jarak luncur lava diperkirakan mencapai 1.000 meter.
"Jarak luncur terjauh guguran lava sekitar 1.000 meter," kata Yudia di Manado, Jumat (21/8).
Meskipun titik terjauh luncuran lava 1.000 meter atau masih jauh dari kawasan rawan bencana (KRB) 4,5 kilometer dari permukiman, warga diimbau waspada.
"Paling penting adalah tetap mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ajaknya.
Leleran lava yang keluar dari kawah utara tersebut meluncur dan memenuhi cekungan, dan akan terus turun ketika cekungan tersebut penuh.
"Hingga saat ini, guguran lava masih terjadi, kadang ramai, kadang sepi," ujarnya.
Dia menjelaskan sebagaimana hasil pengamatan tanggal 20 Agustus 2026, teramati guguran lava dengan jarak luncur 300-1000 meter mengarah ke selatan dan barat.
Terpantau, asap kawah utara putih tebal lebih kurang 10-20 meter, sementara guguran lava pijar dari puncak kawah utara ke arah barat kurang lebih 700-1000 meter.
Kemudian ke arah selatan kurang lebih 700 meter menabrak dinding kawah selatan lalu berbelok meluncur ke arah barat kurang lebih 400-500 meter.
Baca Juga: Tiga Gunung Api di Maluku Utara dan NTT Meletus Pagi Ini
Status Gunung Karangetang di Pulau Siau masih Waspada (Level II) dengan rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat, pengunjung atau wisatawan.
Di antaranya, tidak mendekati atau tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah utara-barat dan barat daya sejauh 2.5 kilometer dari kawah utara.
Pada periode tersebut terekam tiga kali gempa guguran, 52 kali gempa embusan, 20 kali gempa tremor non harmonik, 17 kali gempa tremor harmonik, dua kali gempa hybrid/fase banyak, tiga kali gempa tektonik lokal dan tiga kali gempa tektonik jauh.
Gunung Karangetang mengalami erupsi pada 9 Agustus 2026, meski demikian status gunung api tersebut masih Waspada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan