- Dinkes Kota Kendari mengimbau warga waspada DBD meningkat saat musim penghujan karena genangan air perkembangbiakan nyamuk.
- Pencegahan DBD paling efektif melalui gerakan 3M Plus (kuras, tutup, daur ulang) daripada pengasapan kimiawi.
- Selain kebersihan, masyarakat didorong menjaga imunitas tubuh kuat melalui pola hidup bersih dan sehat.
SuaraSulsel.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta warga untuk selalu mewaspadai ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang cenderung meningkat pada saat musim penghujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Elfi saat ditemui di Kendari, mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi menciptakan genangan air yang menjadi tempat potensial bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Awal tahun merupakan waktu krusial. Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Kendari, untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah," kata Elfi, Jumat (9/1).
Dia menyebutkan bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah penularan ataupun perkembangbiakan Aedes aegypti dengan melakukan gerakan 3M Plus atau menguras, menutup, dan mendaur ulang.
Elfi menilai langkah mandiri di lingkungan rumah jauh lebih optimal dibandingkan hanya mengandalkan pengasapan atau fogging.
"Penggunaan fogging secara berlebihan yang mengandung bahan kimia justru dikhawatirkan memicu resistensi atau kekebalan pada nyamuk. Oleh karena itu, 3M Plus jauh lebih efektif untuk membasmi jentik nyamuk secara tuntas," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penerapan pola 3M Plus secara konsisten di lingkungan tempat tinggal diklaim mampu meminimalisir risiko penularan DBD hingga 90 persen.
Selain faktor kebersihan lingkungan, Dinkes Kendari juga mendorong warga untuk menjaga ketahanan fisik melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hal ini meliputi konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik untuk menjaga imunitas tubuh.
Baca Juga: Musim Hujan Ekstrem Mulai Ancam Sulsel, Waspada Banjir dan Longsor!
"Daya tahan tubuh yang kuat sangat penting agar kita tidak mudah terinfeksi virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut," jelasnya.
Berdasarkan data Dinkes, hingga saat ini angka kasus DBD di Kota Kendari terpantau masih terkendali dan tidak menunjukkan kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan data pada 2024.
Meski demikian, pemerintah kota tetap melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah terjadinya lonjakan kasus di tengah masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan