- Polda Sulsel mengungkap Bripda Dirja Pratama meninggal akibat penganiayaan seniornya, Bripda Pirman, karena tidak merespons panggilan.
- Penganiayaan terjadi Minggu (22/2/2026) pagi di Asrama Ditsamapta Mapolda Sulsel; korban meninggal setelah dicekik dan dipukuli.
- Dua anggota lain diproses disiplin karena menutupi jejak dan tidak melaporkan tindak kekerasan yang disaksikannya.
SuaraSulsel.id - Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Selatan mengungkap fakta baru di balik kematian Bripda Dirja Pratama, anggota Polri yang bertugas di Direktorat Samapta (Ditsamapta).
Korban dipastikan meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan seniornya sendiri, Bripda Pirman.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo P menyampaikan bahwa motif kekerasan tersebut dipicu persoalan sepele.
Tersangka disebut kesal karena panggilannya tidak direspons oleh korban.
"Korban dianggap tidak respek atau tidak loyal kepada senior. Dipanggil berkali-kali namun tidak diindahkan," ujar Djuhandhani, Jumat, 27 Februari 2026.
Peristiwa bermula pada Sabtu 21 Februari 2026 malam hari ketika Bripda P memanggil korban untuk menghadap. Namun, korban tidak datang.
Rasa kesal itu memuncak keesokan paginya, seusai salat subuh pada Minggu, 22 Februari 2026. Tersangka kemudian mendatangi korban dan terjadi kekerasan di dalam ruangan.
"Pagi hari setelah salat subuh dijemput yang bersangkutan. Di situlah terjadi kekerasan," kata Djuhandhani.
Menurut hasil penyelidikan, Bripda P melakukan penganiayaan dengan cara mencekik dan memukul korban berulang kali menggunakan tangan kosong. Tindakan tersebut menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Baca Juga: Usai Aniaya Bripda Dirja Pratama Hingga Meninggal, Bripda Pirman Antar ke RS
"Perbuatan yang dilakukan Bripda P adalah perbuatan sendiri, dilakukan dengan cara mencekik sambil dipukuli sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia," tegasnya.
Peristiwa tragis itu terjadi di Asrama Ditsamapta yang berada di lingkungan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 05.00 Wita.
Saat itu, Dirja baru saja menunaikan salat Subuh di Mushola Al Mukmin, lantai 3 Mako Ditsamapta. Seusai beribadah, ia menuju ruangan Danton 3 Kompi 2 di lantai yang sama untuk beristirahat.
Tak lama berselang, seorang rekan mendengar suara benturan dari dalam ruangan tersebut. Rekan yang berada satu tingkat di atas terbangun dan segera mengecek sumber suara.
Ketika pintu dibuka, Dirja terlihat dalam kondisi tidak stabil dan mengalami kejang.
Berita Terkait
-
Usai Aniaya Bripda Dirja Pratama Hingga Meninggal, Bripda Pirman Antar ke RS
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama
-
Pengusaha Marsela Zelyanti Laporkan 3 Akun Medsos dan 2 Media Online ke Polda Sulsel
-
Mengerikan! Bripda Dirja Pratama Tewas Dianiaya Usai Salat Subuh
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045
-
Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar