- Banjir bandang terjadi di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Senin (5/1) dini hari akibat hujan intensitas lebat berkepanjangan.
- BPBD Kepulauan Sitaro mengonfirmasi sedikitnya 16 warga meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang pascabencana.
- Penanganan darurat meliputi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban serta upaya pembukaan akses jalan utama.
SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyebutkan sebanyak 16 orang meninggal dunia.
Usai banjir bandang yang menerjang beberapa desa/kampung di Pulau Siau pada Senin (5/1) dini hari.
"Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro Sonny Belseran di Manado, Rabu (7/1).
Dalam laporan situasi terkini pada Selasa (6/1) pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026, warga yang meninggal dunia yaitu Alvin Anise (laki-laki/23 tahun) warga Desa Biau, Priskila Saol (perempuan/73 tahun) warga Desa Batusenggo, Hermina Maningide (perempuan/76 tahun) warga Desa Laghaeng, dan Rafles Kobis (laki-laki/74 tahun) warga Desa Laghaeng.
Warga Desa Bahu yang dilaporkan meninggal yaitu Santi Diamanis (perempuan/35 tahun), Joan Bangsa (laki-laki/20 tahun), El Kamanangan (laki-laki/empat tahun), Yanjte Tamaronggehe (laki-laki/50 tahun), dan Fardelin Tamalonggehe (perempuan/93 tahun).
Selain itu Frolensi Bawole (perempuan/74 tahun), Kairi Kansil (laki-laki/dua bulan), Jenita Maruf (perempuan/45 tahun), Swingly Dalending (laki-laki/47 tahun), serta Rahmon Bangsa (laki-laki/49 tahun). Selanjutnya Alexius Olongsongke (laki-laki/41 tahun) dan Sylvia Pamondolang (perempuan/36 tahun), keduanya warga Desa Peling.
Sementara itu tiga orang yang dinyatakan hilang yaitu Claiton Tatambihe (laki-laki/tiga tahun), warga Desa Laghaeng, Adris Pianaung (laki-laki), dan Leon Pianaung (laki-laki), keduanya warga Desa Bahu.
Dalam laporan itu disebutkan pada Senin (5/1) pukul 02.45 Wita terjadi banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Banjir bandang berawal dari hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih lima jam tanpa henti di sejumlah desa/kampung yang ada di Pulau Siau.
Baca Juga: 13 Warga Makassar Terjebak Banjir Bandang, Begini Kondisinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG
-
Rp100 Miliar Disiapkan Untuk Pembangunan Jembatan Kembar Barombong
-
Kapolda Endus Kepentingan Politik Dibalik Maraknya Geng Motor di Sulawesi Selatan
-
Kronologi Pembunuhan Sadis Penjual Ikan di Gowa: Dibuntuti Lalu Dihabisi dengan Parang
-
Progres Jalan Batas GowaTondong Sinjai Capai 12 Persen, Pemprov Sulsel Kebut Proyek MYP