- DPP Nasional Corruptions Watch melaporkan mantan Kajari Enrekang, Padeli, kepada Jamwas terkait dugaan pemerasan sistematis Baznas Enrekang.
- Padeli diduga memeras lebih dari Rp2,03 miliar selama penanganan kasus korupsi Baznas Enrekang tahun 2021-2024.
- NCW meminta pemeriksaan mendalam terhadap Padeli dan staf Kejari Enrekang yang diduga mengetahui praktik pemerasan tersebut.
Kemudian, Kamaruddin sebesar Rp125 juta. Yang bersangkutan dipaksa mengambil pinjaman KUR dan menyerahkannya di ruang kerja Kajari.
Lalu, Sawal Rp1,39 miliar. Namun hanya Rp1,105 miliar yang dikembalikan dan dipaksakan dicatat sebagai titipan barang bukti.
Sisanya Rp930 juta diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.
"Ini bukan kebetulan, ini pola. Sistematis dan sangat serius," tegas Ghorga.
Dalam laporannya, NCW meminta Jamwas untuk memeriksa Padeli secara menyeluruh dan menindak tegas bila terbukti melakukan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang.
Selain itu NCW berharap Jamwas memeriksa staf-staf Kejari Enrekang yang diduga mengetahui praktik tersebut.
"Kami pun memberikan perlindungan hukum kepada para pelapor dan korban dan mengembalikan integritas Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum," sebutnya.
Ghorga memastikan NCW akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Ia juga menyebut ada informasi bahwa selama menjabat Kajari Enrekang, Padeli diduga melakukan praktik serupa di hampir semua OPD Pemkab Enrekang.
Baca Juga: Modus Licik Pengurus BAZNAS Enrekang Korupsi Dana Fakir Miskin, 4 Orang Tersangka
"Penegakan hukum tidak boleh dikuasai mafia. Jika Kejagung diam, kami akan bawa ini ke Bareskrim Polri dan KPK," tegasnya.
Kejaksaan Negeri Enrekang sendiri kini menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Baznas Kabupaten Enrekang pada anggaran 2021-2024.
Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkan status mereka sebagai tersangka pada Kamis, 27 November 2025 malam.
Tersangka masing-masing berinisial S, B, KL, dan HK yang merupakan ketua dan komisioner Baznas Enrekang.
Pihak Kejaksaan Enrekang sendiri yang dikonfirmasi mengenai laporan NCW ke Kejaksaan Agung hingga kini tidak merespon saat dikonfirmasi. Panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan diabaikan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar