- Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR di pegunungan Maros terhambat hujan deras hingga Minggu malam (18/1/2026).
- Tim SAR gabungan memutuskan bertahan (camp) di lokasi karena kondisi cuaca ekstrem dan medan terjal berisiko tinggi.
- Evakuasi lanjutan korban diundur ke Senin pagi, menunggu kondisi cuaca membaik dan visibilitas bertambah baik.
SuaraSulsel.id - Hujan deras yang tak kunjung reda masih menjadi penghambat utama proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR yang jatuh di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hingga Minggu malam (18/1/2026), tim Search and Rescue (SAR) gabungan belum dapat mengangkat jenazah korban yang telah ditemukan di lokasi kejadian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan upaya evakuasi sudah beberapa kali dilakukan sejak siang hari. Namun seluruh percobaan tersebut belum membuahkan hasil akibat kondisi cuaca ekstrem di lapangan.
“Saat ini korban belum bisa diangkat. Beberapa kali sudah dicoba, tetapi tidak berhasil karena hujan lebat dan kondisi medan yang berisiko. Malam ini tim SAR memutuskan camp di dekat jenazah,” ujar Andi Sultan saat dikonfirmasi.
Lokasi jatuhnya pesawat ATR berada di kawasan pegunungan dengan kontur terjal dan akses yang sangat terbatas. Sejak sore hingga malam hari, hujan deras terus mengguyur area pencarian, disertai kabut tebal yang menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko keselamatan personel.
Kondisi tersebut memaksa tim SAR menghentikan sementara proses evakuasi udara maupun darat. Penggunaan helikopter tidak memungkinkan dilakukan, sementara jalur evakuasi manual dinilai terlalu berbahaya untuk dilalui saat hujan deras.
“Keselamatan personel menjadi prioritas. Dengan hujan lebat seperti ini, pergerakan sangat berisiko. Karena itu tim memilih bertahan di sekitar lokasi dan menunggu kondisi cuaca membaik,” jelas Andi Sultan.
Untuk menjaga jenazah korban sekaligus memastikan proses evakuasi bisa segera dilanjutkan begitu cuaca memungkinkan, tim SAR gabungan mendirikan camp darurat di sekitar titik penemuan. Personel akan bermalam di lokasi dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Rencana evakuasi lanjutan akan kembali dilakukan pada Senin pagi, dengan catatan kondisi cuaca lebih bersahabat dan visibilitas meningkat.
Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat. Hingga kini, tim terus berkoordinasi untuk menyiapkan skema evakuasi paling aman, termasuk kemungkinan penggunaan peralatan mountaineering dan dukungan udara jika cuaca membaik.
Baca Juga: Dua Ton Telur Ikan Terbang Asal Sulsel Diekspor ke Tiongkok
Pihak Basarnas memastikan perkembangan terbaru akan segera disampaikan kepada publik seiring dengan dinamika di lapangan.
Tag
Berita Terkait
-
Korban Pesawat ATR42-500 Ditemukan
-
Fakta-fakta Pesawat ATR 42-500 Tabrak Gunung Bulusaraung
-
Badan dan Ekor Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, Begini Kondisinya
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
Hari Kedua: Tim SAR Melalui Medan Ekstrem Cari Pesawat di Ketinggian 1.353 Meter Gunung Bulusaraung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan