- Tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat di Sulawesi Selatan, diawali penemuan bagian jendela pukul 07.46 WITA.
- Ditemukan berbagai serpihan seperti badan dan ekor pesawat, memicu penyesuaian taktik operasi menuju prioritas medan terjal.
- SAR Mission Coordinator menyatakan temuan serpihan menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan memerlukan peralatan khusus.
SuaraSulsel.id - Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat dalam operasi pencarian pesawat yang sebelumnya dilaporkan mengalami lost contact di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data pergerakan di lapangan, pada pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan berupa bagian window pesawat dalam kondisi kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.
Selanjutnya, pada pukul 07.49 WITA, ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar.
Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian puntak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat yang berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian.
Seiring perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan, termasuk pergeseran SRU menuju titik-titik prioritas.
Pada pukul 08.02 WITA, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU aju dengan pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal.
Selanjutnya, pada pukul 08.11 WITA, tim aju menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi yang memiliki medan terjal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa temuan serpihan ini menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR yang sedang berlangsung.
“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Arif, Minggu (18/1).
Baca Juga: Hari Kedua: Tim SAR Melalui Medan Ekstrem Cari Pesawat di Ketinggian 1.353 Meter Gunung Bulusaraung
Ia menambahkan bahwa medan lokasi kejadian cukup menantang dan memerlukan dukungan peralatan khusus.
“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.
Operasi SAR melibatkan unsur dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta dukungan masyarakat setempat.
Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu
-
Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa