Muhammad Yunus
Minggu, 18 Januari 2026 | 14:40 WIB
Ilustrasi pedagang di pasar tradisional [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemprov Sulteng menggelar rapat untuk menyusun strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
  • Empat wilayah prioritas utama menjadi fokus pengendalian inflasi karena kontribusi signifikannya terhadap pergerakan harga daerah.
  • Langkah antisipatif mencakup operasi pasar murah masif, pemantauan harga harian, dan penjaminan stok pangan strategis daerah.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat.

Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido di Palu, Sulteng, menyampaikan pengendalian inflasi pada 2025 sempat menghadapi berbagai tantangan.

Namun, berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor, inflasi Sulawesi Tengah tetap berada dalam kondisi terkendali.

"Alhamdulillah, inflasi Sulawesi Tengah berada di angka 3,31 persen dan masih dinyatakan sehat. Ini merupakan hasil kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan dukungan Bank Indonesia, BPS, Bulog, serta seluruh pihak yang terlibat," katanya, mengutip Antara, Minggu (18/1).

Pemprov Sulteng melaksanakan high level meeting Tim TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Tengah untuk membahas strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Wagub menyampaikan terdapat empat daerah yang menjadi perhatian utama dalam pengendalian inflasi, yakni Kota Palu, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tolitoli, dan Luwuk, karena memiliki kontribusi besar terhadap pergerakan harga di Sulawesi Tengah.

Karena itu, Wagub menekankan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Ia mengatakan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, harga pangan berpotensi mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, Pemprov Sulteng bersama TPID akan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar serta memantau perkembangan harga komoditas strategis, seperti beras, ikan, cabai, telur ayam ras, dan daging sapi.

Baca Juga: Imbauan Gubernur Sulsel Selama Ramadan: Perkuat Kepedulian ke Fakir Miskin

TPID Provinsi Sulteng juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain menjamin ketersediaan stok bahan pangan strategis, mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah daerah, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog.

Selain itu, melakukan pelaksanaan operasi pasar murah secara masif, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, terutama di wilayah rawan inflasi dan terdampak cuaca ekstrem, serta mengantisipasi gangguan distribusi dengan menyiapkan jalur logistik alternatif.

Kemudian, melakukan pemantauan harga harian secara intensif melalui sistem pelaporan TPID, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna menyampaikan bahwa tren inflasi tahunan Sulawesi Tengah terus menunjukkan perbaikan, dari 3,92 persen pada Oktober, 3,50 persen pada November, hingga 3,31 persen pada Desember 2025.

Ia merekomendasikan optimalisasi operasi pasar murah dengan fokus pada komoditas yang secara historis mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri.

Load More