- Pemprov Sulsel merespons sorotan publik mengenai kerusakan fisik Asrama Mahasiswa Lontara di Bandung dan tunggakan PBB.
- Penundaan pemeliharaan fisik asrama disebabkan oleh penjadwalan ulang arus kas daerah, bukan ketiadaan anggaran.
- Renovasi Asrama Lontara Bandung dan dua asrama lainnya direncanakan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas kondisi Asrama Mahasiswa Sulsel (Lontara) di Bandung, Jawa Barat, yang dinilai memprihatinkan dan turut menyisakan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Asrama yang menjadi hunian mahasiswa asal Sulsel itu diketahui mengalami sejumlah kerusakan fisik dan belum mendapatkan pemeliharaan signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Diskominfo-SP Sulsel, Andi Winarno Eka Putra menyampaikan persoalan ini bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan terkait penjadwalan arus kas pemerintah daerah.
“Penanganan asrama sebenarnya sudah masuk perencanaan. Namun pemeliharaan fisik dan pengawasan tertunda karena refocusing anggaran,” ujar Winarno dalam keterangannya kepada media, Kamis (27/11/2025).
Terkait tunggakan PBB, ia menegaskan anggaran pembayarannya sudah tersedia dan masih tersisa untuk dibayarkan, bukan diabaikan ataupun luput dari perhatian.
“Untuk pembayaran PBB, anggarannya sudah ada sisa dibayarkan. Seluruh pajak diarahkan untuk menunjang kegiatan operasional sehari-hari melalui bagian tata usaha,” jelasnya.
Winarno menjelaskan realisasi pembayaran PBB baru dapat dilakukan pada Triwulan IV tahun 2025 sesuai dengan penempatan kas daerah.
“Alokasinya sudah ada, hanya arus kasnya ditempatkan di Triwulan IV. Karena itu pembayarannya dilakukan sekarang,” tambahnya.
Sementara terkait kondisi bangunan asrama yang mengalami kerusakan berat, Pemprov Sulsel memastikan renovasi telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026.
Baca Juga: Terungkap! 34 Tahun Beroperasi, GMTD Hanya Setor Rp6 Miliar ke Pemprov Sulsel
Bersamaan dengan pemeliharaan dua asrama lainnya yang berada di Yogyakarta dan Kendari.
Sebagai informasi, total anggaran pemeliharaan sekitar Rp2,2 miliar, termasuk untuk tiga asrama tersebut.
“Tahun depan renovasi akan kita laksanakan. Pemprov berkomitmen memastikan asrama kembali layak huni bagi mahasiswa Sulsel,” cetusnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Masuk Kategori Cukup Bebas, Sulsel Jadi Sorotan dalam Rakor Kemerdekaan Pers di Makassar
-
Tanpa Antre di Saudi! Jemaah Haji Embarkasi Makassar Kini Bisa Langsung ke Hotel
-
Andi Sudirman Canangkan Kota Parepare Pusat Pertumbuhan Baru Sulsel
-
Wow! Hampir 50 Persen Penduduk Sulsel Masuk Kategori Penerima Bansos
-
Proyek PSEL Makassar Rp3 Triliun Terancam Gagal, Investor Ancam Bawa ke Arbitrase Internasional