- Mars Incorporated meluncurkan Mars Impact Fund di Indonesia dengan dana $3 juta untuk program ekonomi komunitas kakao.
- Pendanaan tiga tahun ini fokus memperkuat Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) dan ketahanan sosial petani.
- Program ini menargetkan 17.250 petani di 85 desa, dengan penekanan pada inklusi keuangan perempuan dan perlindungan anak.
SuaraSulsel.id - Perusahaan global Mars, Incorporated mulai memperluas intervensi sosialnya di Indonesia dengan meluncurkan Mars Impact Fund.
Bersamaan dengan itu, perusahaan menyetujui pendanaan senilai 3 juta dolar AS (sekitar Rp48 miliar) untuk Save the Children.
Guna memperkuat program ekonomi dan ketahanan komunitas di wilayah penghasil kakao.
Pendanaan selama tiga tahun tersebut difokuskan pada pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa (Village Savings and Loan Association/VSLA) serta penguatan ketahanan sosial masyarakat petani kakao.
Direktur Eksekutif Mars Impact Fund, Michelle Grogg, menekankan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan lokal menjadi kunci dalam program ini.
Ia menyebut kolaborasi dengan Save the Children diarahkan untuk mendorong inklusi keuangan, diversifikasi pendapatan, dan praktik ramah iklim di tingkat komunitas.
Program ini akan melengkapi proyek Mars Village Cluster yang sebelumnya dijalankan bisnis kakao Mars, yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan pengembangan agroforestri.
Melalui pendanaan baru ini, VSLA ditargetkan menjadi motor perubahan ekonomi di desa-desa sasaran.
Di Indonesia, Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia Marlyn Sumbung menyatakan inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan komunitas kakao.
Baca Juga: Petani Laoli Luwu Timur Terancam Digusur untuk Kawasan Industri, LBH Laporkan Pemkab ke Komnas HAM
Ia menilai penguatan ekonomi perempuan dan praktik pertanian berkelanjutan dapat membuka peluang baru bagi petani dan keluarga mereka.
Sasar Ribuan Petani dan Ratusan Desa
Dalam dokumen program, dana dari Mars Impact Fund akan digunakan untuk beberapa target utama.
Antara lain pembentukan 85 kelompok VSLA yang ditargetkan menjangkau 17.250 petani, dengan sekitar 60 persen peserta adalah perempuan.
Peningkatan partisipasi perempuan dan pemuda dalam pengambilan keputusan komunitas melalui forum lintas pemangku kepentingan.
Penguatan sistem perlindungan anak di 115 desa, termasuk penanganan isu pekerja anak dan peningkatan kehadiran sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perempuan Berdaya, BRILink Mekaar Dorong Ekonomi Kerakyatan dari Desa
-
BRI Optimistis Miliki Ruang Cukup untuk Dorong Ekspansi Kredit secara Selektif
-
Jaga Ketahanan Pangan Nasional, DPR RI Siap 'Suntik' Dana untuk Badan Karantina Indonesia
-
Semua Siswa Ubah Kartu Keluarga Daftar SMA Sudah Terdeteksi, Disdik Sulsel: Langsung Ditolak!
-
Waspada! Pengiriman Hewan Kurban Antarpulau Melonjak, Karantina Diperketat