- DPW Partai NasDem Sultra mengusulkan empat pergantian pimpinan di DPRD Provinsi Sultra dan DPRD Konawe Selatan (Konsel).
- Pergantian ini mencakup Ketua DPRD Sultra dan Ketua Fraksi DPRD Sultra, serta Wakil Ketua dan Ketua Fraksi DPRD Konsel.
- Alasan pergantian di Sultra terkait dinamika internal dan protes anggota fraksi terhadap kepemimpinan yang dianggap terlalu dekat dengan eksekutif.
SuaraSulsel.id - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan pergantian empat anggota DPRD dari jabatan ketua dan pimpinan fraksi di DPRD Provinsi Sultra hingga DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Sekretaris DPW Partai NasDem Sultra Tahir Lakimi di Kendari, menyampaikan pergantian empat anggota di dua lembaga legislatif daerah tersebut telah mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Jakarta.
Ia menyebut empat anggota DPRD yang akan diganti itu, yakni Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra Sudarmanto.
"Kemudian DPP menunjuk Syahrul Said sebagai Ketua DPRD Sultra dan H. Suparjo untuk Ketua Fraksi NasDem sisa masa jabatan 2024-2029," katanya, Rabu (26/11).
Tahir mengatakan selain DPRD Provinsi Sultra, DPP juga mengganti wakil ketua DPRD Konawe Selatan Ronald Rante Alang dan Samsul Alam dari ketua Fraksi NasDem.
Dalam surat keputusan pergantian itu, DPP menetapkan H. Yuliyati sebagai Ketua DPRD Konsel dan Ramayanto untuk ketua fraksi.
"DPW mengusulkan pergantian ketua, wakil ketua dan pimpinan fraksi dari Partai NasDem ke DPP sejak 30 Oktober lalu," ungkapnya.
Tahir menjelaskan pergantian tersebut merupakan hal yang wajar dan upaya regenerasi di partai sebesar NasDem. Kemudian, pergantian tersebut telah melalui kajian dan pertimbangan di lingkup internal DPW serta DPP Partai NasDem.
Terkait alasan pergantian ketua DPRD Sultra, Tahir menyampaikan bahwa hal tersebut dari dinamika dan adanya protes enam anggota fraksi NasDem di DPRD Sultra terkait kepemimpinan La Ode Tariala karena tidak berperan seperti wakil rakyat di legislatif, melainkan lebih dekat dengan eksekutif dalam hal ini Gubernur Sultra.
Baca Juga: Terungkap! 34 Tahun Beroperasi, GMTD Hanya Setor Rp6 Miliar ke Pemprov Sulsel
"Kami ingin kader NasDem yang ada di DPRD memiliki kepemimpinan yang kuat, kita berharap ketua DPRD menjalankan tugas-tugas memihak kepada rakyat dan tidak sekali-kali membawa diri bagian dari eksekutif," ujarnya.
Tahir menjelaskan sikap NasDem meminta agar semua anggota DPRD di provinsi dan kabupaten dan kota di Sultra harus benar-benar menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat serta mengikuti instruksi partai.
"Sehingga bagi kader dan anggota yang tidak bisa menjalankan tugasnya dalam menyerap aspirasi masyarakat, maka NasDem memproses pergantian," ujarnya.
Di internal DPW Partai NasDem Sultra, kata Tahir, adanya gelombang protes dan melihat dinamika di berbagai media sosial terkait kepemimpinan anggota DPRD Sultra maupun Konawe Selatan menjadi pertimbangan partai melakukan pergantian.
"Sehingga kalau melihat di luar ini dinamika yang tidak wajar, tapi bagi NasDem ini sesuai keputusan di DPP NasDem. Tidak ada yang istimewa dan penghakiman bagi kader," ujarnya.
Ia menyampaikan DPW kemudian akan menyerahkan SK DPP Partai NasDem ke Sekretariat DPRD untuk diproses pergantian para pimpinan dan fraksi anggota DPRD dari fraksi NasDem.
"Satu dua hari kami berikan surat ini ke DPRD untuk dilakukan proses pergantian secara ketatanegaraan,",ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala menyampaikan selaku kader NasDem dirinya menerima keputusan partai. Menurutnya, pergantian itu merupakan keputusan yang harus diikuti bukan diperdebatkan.
"Sebagai kader kita harus selalu patuh apa keputusan partai," ucapnya
Selain itu terkait dirinya yang dianggap lebih dekat dengan Gubernur Sultra, Tariala menjelaskan hal tersebut karena tugasnya sebagai jajaran Forkopimda di Sulawesi Tenggara.
"Saya memang anggota DPRD, tapi saya juga anggota Forkopimda, saya pergi itu karena undangan bukan karena keinginan sendiri," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?
-
Ini 'Harta Karun' Penyumbang Terbesar Pajak di Sulawesi Selatan
-
500 ASN Pemprov Sulsel Siap Jadi 'Tentara Cadangan'
-
Pria di Gowa Tega Cabuli Mertua Sendiri Jelang Sahur, Naik ke Atap Rumah Saat Ditangkap