- Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Luwu Timur
- DPRD Sulsel akan mengambil langkah serius
- Pengunjuk rasa mengkritik keras sikap Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur yang dinilai tidak berdaya
SuaraSulsel.id - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa serentak di dua lokasi vital di Makassar, yakni Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Selasa (11/11/2025).
Unjuk rasa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) ini menyuarakan enam poin tuntutan, dengan fokus utama pada evaluasi serius terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Luwu Timur.
Muh Irfan AB, anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional merespons tuntutan massa dari atas mobil komando.
Irfan mengakui bahwa persoalan PSN di Luwu Timur adalah isu yang sangat krusial.
"Mengenai tuntutan teman-teman tadi mengenai proyek strategis nasional, di mana salah satu proyek strategis nasional tersebut berlokasi di Luwu Timur, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat krusial," kata Irfan.
"Kita pahami bersama bahwa Luwu Timur adalah bagian yang sangat strategis bagi Sulawesi Selatan. Luwu Timur adalah salah satu potensi pendapatan asli daerah yang sangat utama bagi Sulawesi Selatan," imbuh Irfan.
Mengingat pentingnya Luwu Timur bagi Sulsel, Irfan menegaskan bahwa DPRD Sulsel akan mengambil langkah serius.
Irfan berjanji akan mengusulkan kepada pimpinan dewan untuk segera mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Kami akan mengagendakan persoalan ini dalam bentuk rapat dengar pendapat agar apa yang menjadi usulan dari adik-adik kita bicarakan lebih tajam lagi, kita bicarakan lebih fokus lagi dalam bentuk rapat dengar pendapat," jelasnya.
Baca Juga: Tersangka Penganiayaan Dihukum Bersihkan Balai Desa di Lutim
Dalam RDP tersebut, DPRD berencana mengundang mahasiswa dan semua pihak yang dianggap berkompeten serta memiliki kepentingan terkait tuntutan ini.
Ia juga menyatakan, enam poin sikap yang disampaikan mahasiswa akan di-fax langsung kepada pihak-pihak terkait.
DPRD Lutim Dikecam
Sementara itu, perwakilan mahasiswa yang kembali mengambil alih mikrofon menegaskan alasan di balik aksi mereka.
Mahasiswa menyoroti peran penting Luwu Timur sebagai penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Sulawesi Selatan.
Mereka mengkritik keras sikap Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur yang dinilai tidak berdaya mengawal rencana pembentukan kawasan industri di daerahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
IKA Teknik Unhas Juara Umum AAS Cup II 2026
-
Dituduh Tendang Pemain Persib, Kelompok Suporter PSM Akhirnya Buka Suara
-
Kronologi Mega Mall Manado Terbakar, Tewaskan 1 Orang yang Terjebak
-
Tampang Pelaku Lowongan Kerja Palsu, Sekap dan Perkosa Mahasiswi di Makassar
-
Pelajar di Luwu Tewas Mengenaskan usai Bercanda Ingin Nikahi Ibu Teman