- Bocah empat tahun yang sempat hilang hampir sepekan itu akhirnya ditemukan
- Bilqis tampak sehat, meski matanya terlihat sedikit bingung
- Polrestabes Makassar berhasil menangkap tiga orang yang terlibat dalam penculikan Bilqis
SuaraSulsel.id - Senyum kecil Bilqis yang muncul di layar ponsel sore itu membuat seluruh keluarga menitikkan air mata bahagia.
Bocah empat tahun yang sempat hilang hampir sepekan itu akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, ratusan kilometer dari rumahnya di Makassar.
“Alhamdulillah, dia selamat,” ucap lirih Dwi Nurmas (34), ayah Bilqis, setelah melakukan panggilan video dengan anaknya yang kini berada di bawah pengawasan kepolisian.
Di layar, Bilqis tampak sehat, meski matanya terlihat sedikit bingung, seolah belum sepenuhnya paham apa yang terjadi.
Di rumah keluarga di Jalan Pelita 2, Lorong 9, Kecamatan Rappocini, suasana berubah menjadi haru. Tetangga dan kerabat berdatangan, menyalami keluarga yang sejak seminggu terakhir tak henti berdoa dan berharap.
“Semua lega, semua menangis, tapi kali ini karena bahagia,” ujar salah satu kerabat yang ikut menyambut kabar tersebut.
Kabar baik itu datang setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap tiga orang yang terlibat dalam penculikan Bilqis.
Para pelaku diketahui membawa bocah mungil itu hingga ke Provinsi Jambi, diduga bagian dari jaringan perdagangan anak.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan penemuan Bilqis dalam kondisi selamat.
Baca Juga: CCTV Ungkap Penculikan Bilqis: Terduga Pelaku Tertangkap! Siapa Dalang di Baliknya?
“Hari Senin (hari ini) kami akan rilis resmi kronologi lengkap dan jumlah tersangka,” kata Arya, Minggu (9/11).
Peristiwa yang mengguncang warga Makassar ini bermula Minggu pagi, 2 November 2025, ketika Bilqis menemani ayahnya berolahraga di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani.
Saat sang ayah bermain tenis, Bilqis bermain di playground tak jauh dari sana.
Namun, panggilan terakhir sang ayah tak lagi dijawab. Bilqis hilang, meninggalkan kepanikan dan pencarian panjang tanpa hasil.
Selama berhari-hari, foto Bilqis menyebar luas di media sosial, menggerakkan banyak orang untuk ikut membantu pencarian.
Hingga akhirnya, rekaman CCTV di Jalan Pelita Raya menjadi titik terang — memperlihatkan seorang perempuan membawa Bilqis bersama dua anak lainnya.
Dari penelusuran polisi, terungkap bahwa Bilqis sempat berpindah tangan beberapa kali sebelum dibawa keluar pulau. Salah satu pelaku mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta melalui media sosial.
Kini, setelah melalui perjalanan panjang penuh kecemasan, Bilqis akan segera dipulangkan ke Makassar.
Pihak kepolisian memastikan proses pemulangan akan dilakukan dengan pendampingan psikolog dan perlindungan penuh.
Meski lega, ayah Bilqis masih memilih bungkam dan menyerahkan semua keterangan kepada polisi.
“Maaf, no comment dulu. Nanti polisi yang berkomentar,” ujarnya singkat.
Di balik keheningan itu, rasa syukur keluarga tetap mengalir. Di rumah sederhana mereka, senyum Bilqis kembali menjadi cahaya setelah hari-hari yang gelap dan penuh air mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Sudah 34 Tahun, Penjual Kambing di Trotoar Ditertibkan Pemkot Makassar
-
DPRD Pilih Kepala Daerah: Benarkah Lebih Efisien, Atau Hanya Memindahkan Ruang Transaksi Politik?
-
Pedagang Bisa Dipidana Lima Tahun Jika Naikkan Harga Jelang Ramadan
-
Viral Selebgram Makassar Hirup Whip Pink, Polisi: Sudah Dipantau Sejak Lama
-
Kronologi Dugaan Kekerasan di SMAN 20 Makassar, Korban Trauma Tidak Mau Sekolah