Muhammad Yunus
Senin, 03 November 2025 | 16:38 WIB
Lokasi dua warga yang merupakan menantu dan mertua di kabupaten Gowa tewas ditikam [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Keduanya meninggal dunia setelah terlibat pertikaian dengan pelaku
  • Pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol kemudian mencabut senjata tajam jenis sangkur
  • Polisi yang menerima laporan kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian

SuaraSulsel.id - Dua warga tewas dalam perkelahian yang dipicu suara nyanyian dan pengaruh minuman keras di Lingkungan Pekanglabbu, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 21.00 Wita.

Korban diketahui bernama Amir (59) dan Rahim (43), yang juga merupakan menantu Amir.

Keduanya meninggal dunia setelah terlibat pertikaian dengan pelaku bernama Muh. Sabil (50), warga setempat.

Kapolres Gowa, AKBP M. Aldy Sulaiman mengatakan peristiwa bermula saat pelaku merasa terganggu oleh suara nyanyian dan keributan yang dilakukan korban Amir bersama beberapa rekannya.

Merasa tidak nyaman, pelaku menegur korban hingga terjadi adu mulut.

"Pelaku sempat menegur korban karena merasa terganggu. Dari situ terjadi adu mulut dan situasi memanas," ujar AKBP Aldy Sulaiman di Gowa, Senin, 3 November 2025.

Situasi semakin kacau ketika Rahim datang untuk menengahi keributan antara mertuanya dan pelaku.

Namun, upaya tersebut justru memperburuk keadaan.

Baca Juga: Terungkap! Sebelum Tewas, Buruh Bangunan Lakukan Ini di Lantai 4 Sekolah Al Fityan Gowa

Pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol kemudian mencabut senjata tajam jenis sangkur dan menikam Rahim di bagian dada. Korban tewas di tempat.

Melihat menantunya tewas, Amir mencoba melawan dengan mengambil badik. Namun, pelaku lebih dulu menyerangnya hingga Amir juga tewas di lokasi kejadian.

"Awalnya berniat untuk menengahi, namun keduanya tewas di lokasi kejadian setelah diserang benda tajam," ucapnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Kapolres Gowa bersama Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Samapta, dan Kapolsek Pallangga pun turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pelaku.

Kata Aldy, pelaku berhasil ditangkap tak lama setelah kejadian. Barang bukti berupa sangkur juga diamankan dari tangan pelaku.

"Pelaku berhasil kami tangkap di sekitar wilayah Pallangga tidak lama setelah kejadian. Kami juga menyita barang bukti berupa sangkur yang digunakan untuk menusuk korban," kata Aldy.

Ia menambahkan, penyidik kini mendalami motif pelaku serta melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah benar pelaku berada dalam pengaruh alkohol saat peristiwa terjadi.

"Dari hasil awal memang ditemukan indikasi kuat bahwa pelaku dipengaruhi minuman keras. Kami sudah melakukan tes lanjutan untuk memastikan," ujarnya.

Menurut Kapolres, kasus ini menjadi perhatian serius karena tindakan kriminal akibat pengaruh alkohol masih sering terjadi di wilayah Gowa.

Ia menegaskan, polisi akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam perkelahian atau tindakan kekerasan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, apalagi saat di bawah pengaruh alkohol. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindakan yang merenggut nyawa," tegasnya.

Selain melakukan penyelidikan, jajaran Polres Gowa juga menyambangi rumah korban untuk menyampaikan belasungkawa serta menyerahkan santunan kepada keluarga.

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Santunan ini sebagai bentuk empati dari kami di Polres Gowa," ucap Aldy.

Pasca kejadian, situasi di sekitar lokasi sudah berangsur kondusif.

Polisi masih melakukan penjagaan dan patroli di wilayah Pallangga untuk mencegah kemungkinan aksi balasan dari pihak keluarga korban.

"Personel kami tetap disiagakan di lapangan untuk memastikan tidak ada tindakan susulan. Kami juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk menjaga situasi tetap aman," kata Aldy.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di Gowa yang dipicu minuman keras.

Polisi berharap masyarakat bisa lebih waspada dan menjauhi konsumsi alkohol, terutama di lingkungan pemukiman padat.

"Kami akan terus melakukan razia minuman keras di berbagai wilayah, termasuk Pallangga, agar kejadian serupa tidak terulang," tutup Kapolres Gowa.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More