SuaraSulsel.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka Utara (Kolut) menetapkan eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara (Kolut) sebagai tersangka.
Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Masjid An Nur di Desa Patikala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolut, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kolut Zul Kurniawan Akbar saat dihubungi di Kendari, mengatakan bahwa eks Sekda berinisial TS saat itu juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembangunan Masjid An Nur.
Selain, TS, Kejari Kolut juga menetapkan dua tersangka lainnya yang masing-masing berinisial M dan T.
"Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat terkait adanya penyalahgunaan anggaran yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Daerah (Pemkab) Kolut tahun anggaran 2021 dan tahun 2022," kata Zul Kurniawan.
Dia menyebutkan berdasarkan hasil penyelidikan penyidik Kejari Kolut ditemukan kerugian negara sekitar Rp1,05 miliar, yang mengarah kepada para tersangka.
Sehingga mengakibatkan pembangunan masjid tersebut harus terhenti.
“Kami masih terus mendalami perkara ini, termasuk menelusuri potensi adanya tersangka baru. Semua pihak yang terkait akan kami periksa,” ujarnya.
Zul Kurniawan mengungkapkan saat ini ketiga tersangka tersebut tengah menjalani proses hukum yang lebih lanjut dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Pejabat Pemprov Sulsel Diperiksa Dugaan Korupsi Alsintan di Soppeng
Ia menegaskan jika seluruh proses hukum atas penindakan kasus korupsi tersebut akan dilakukan dengan profesional dan transparan.
“Kami di Kejari Kolut akan berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas dan memastikan setiap rupiah dana publik dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Dia menambahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka itu akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999.
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun sampai dengan maksimal 15 tahun penjara.
Zul Kurniawan menambahkan jika saat ini dua tersangka TS dan M telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kolaka.
Sedangkan untuk tersangka T belum dilakukan penahanan karena masih melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
BRI: Industri Perbankan Siap Perkuat Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif
-
Jusuf Kalla Bawa Rencana Investasi Rp70 Triliun ke Presiden Prabowo
-
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR Mulai 1,75% dan Beragam Promo Menarik
-
Puluhan Kilogram Makanan Program Makan Bergizi Gratis Terbuang Sia-sia
-
Badal Haji Fiktif Terungkap! Simak Tips Cerdas Agar Tak Tertipu