SuaraSulsel.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara memusnahkan uang palsu sebanyak 1.293 lembar yang beredar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Doni Septadijaya, mengatakan bahwa seribuan uang palsu yang dimusnahkan tersebut merupakan uang yang telah beredar sejak 2020 sampai dengan Oktober 2023.
"Baru dilakukan lagi pemusnahan karena baru rapat koordinasi (rakor) yang sempat terhenti pada 2019. Ke depan rakor ini akan dilakukan rutin. 92 persen temuan uang palsu ini dilaporkan oleh perbankan dan saat BI melakukan pengolahan memisahkan uang layak edar dan tak layak edar," kata Doni di sela-sela kegiatan Forum Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Rupiah Palsu di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa 31 Oktober 2023.
Dia menjelaskan bahwa temuan uang palsu di wilayah Bumi Anoa hingga Oktober 2023 sebanyak 302 lembar.
Menurutnya, temuan uang palsu di Sultra sejak Januari sampai Oktober 2023 sebanyak 302 lembar. Hal itu diprediksi meningkat karena menjelang pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024.
"Ada potensi risiko adanya kenaikan uang palsu, masih ada beberapa bulan 2023 berakhir sehingga harus diwaspadai pada 2024, karena semakin banyak uang tunai yang beredar maka akan semakin banyak uang palsu yang beredar," ujar Doni.
Ia menyampaikan bahwa pemusnahan uang palsu tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia (RI) Nomor 123 Tahun 2012 tentang Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah.
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sultra Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana berharap kegiatan tersebut bisa menjadi wadah untuk bersama-sama bersinergi dalam menindak atau penanganan uang palsu di lapangan, khususnya di wilayah Sultra.
"BIN, Kejari, dan Bi apabila nanti menemukan uang palsu sudah tahu cara bertindak dan penyidikan," sebutnya.
Baca Juga: Menantikan Strategi Bank Indonesia Tarik Minat Investor Asing
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon
-
Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026
-
Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya
-
Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar
-
Makam Leluhur di Toraja Terbakar, Fadli Zon Murka: Biadab!