SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat akan mengusulkan "Messawe Saeyyang Pattu'du" atau menunggang kuda menari sebagai salah warisan budaya nusantara.
"Kami akan mengusulkan pagelaran 'Messawe Saeeyang Pattudu' sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke Kementrian Hukum dan HAM," kata Bupati Majene Andi Achmad Syukri, saat membuka pagelaran Messawe Saeyyang Pattu'du di Stadion Prasamya Mandar, Kamis 11 Agustus 2022.
Bupati mengatakan, pagelaran Messawe Saeyyang Pattu'du akan menjadi bagian dari Hari Jadi Majene (HJM) dan akan dipromosikan secara masif ke seluruh nusantara.
Ia berharap seluruh pihak akan mendukung mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga para pemangku kepentingan terkait.
"Ini momentum yang sangat baik melestarikan kekayaan kebudayaan Mandar 'lita pembolongatta' atau tanah tumpah darah kita, kekayaan luar biasa yang bisa menjadi ikon budaya," kata Andi Achmad Syukri.
Sementara, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene Afiat Mulwan mengatakan perayaan Messawe Saeyyang Pattu'du akan dijadikan agenda rutin tahunan dan konsep acara di tahun-tahun yang akan datang akan digelar lebih besar lagi.
"Ini akan menjadi ikon pariwisata unggulan di Majene karena menjadi magnet kunjungan. Tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan dan mempromosikan memang ada di Disbudpar tapi keterlibatan seluruh pihak sangat dibutuhkan," kata Afiat Mulwan.
Perayaan Messawe Saeyyang Pattu’du tahun ini diikuti lebih 90 kuda dan 32 bendi atau delman.
Bupati Majene bersama Wakil Bupati, unsur forkopimda setempat dan para camat serta lurah dan kepala desa se-Kabupaten Majene terlihat masing masing menunggangi "Messawe" atau kuda.
Baca Juga: Sopir Ambulans di Mamuju Tidak Diizinkan Antar Jenazah Nenek, Terpaksa Ditandu 13 Kilo Meter
Sementara, Ketua TP PKK, Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP dan tiap tiap pimpinan OPD serta para kepala bagian menggunakan bendi yang dihias semeriah mungkin.
Di sepanjang rute yang dilalui rombongan disambut dengan antusias oleh masyarakat .
Terlebih, banyak kuda "pattudu" atau kuda menari berikut "parrawana" atau pemain rebana memberikan atraksi yang sangat menarik, sehingga mendapatkan aplaus dari masyarakat.
Pada kegiatan itu, Bupati Majene Andi Achmad Syukri menyerahkan ratusan bendera Merah Putih ke kecamatan untuk mendukung pelaksanaan gerakan 10 Juta bendera Merah Putih oleh Kementerian Dalam Negeri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos
-
Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka
-
Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
-
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Unhas Berakhir Rusuh, Satu Mahasiswa Diamankan
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati