SuaraSulsel.id - Theofilus Allorerung, Bupati Tana Toraja ternyata sempat dicibir karena idenya. Ia ingin menjadikan Tana Toraja sama dengan Negara Brasil. Punya patung Tuhan Yesus termegah di dunia.
Ide Theofilus Allorerung memang gila. Membangun patung Tuhan Yesus tertinggi di atas Gunung Burake.
Di periode pertamanya saat menjabat sebagai Bupati, ia melihat suatu potensi besar dari kampung halamannya. Bagaimana menduniakan Tana Toraja.
Saat itu, ia mengaku sempat disebut bodoh dan gila. Bagaimana bisa membangun patung di atas bukit bebatuan, dengan ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.
Namun, ia tetap melanjutkan proyek tersebut. Pantang baginya untuk mundur sebelum memulai.
"Semua orang mencela saya dan semua orang mengatakan itu hal yang mustahil, bupati bodoh, bupati gila, segala macam. Tetapi saya gigih dan saya tidak akan pernah mundur dari cara berpikir seperti katak dalam tempurung," kata Bung Theo, sapaannya.
Begitu pun saat membebaskan lahan Bandara Buntukunik, dan membangun kawasan wisata Pango-pango. Banyak yang meragukan kemampuannya.
Namun kini, kata Theo, masyarakat menikmati hasilnya. Walau banyak pihak yang kini mengklaim itu adalah hasil kerja mereka.
"Kini semua orang terbelalak matanya dan semua orang menjadikan itu sebagai ikon mereka. Mau di latar belakang foto, apa segala macam, bahkan hampir semua orang klaim," bebernya.
Baca Juga: Ritual Adnan Purichta Ichsan Sebelum Dilantik Menjadi Bupati Gowa
Menurutnya, ada yang perlu diubah dari cara berpikir masyarakat Toraja. Alam yang sudah disediakan Tuhan perlu disyukuri dengan cara dimanfaatkan.
"Ya, tugas saya datang, saya harus mengubah cara berpikir masyarakat di Toraja ini, bahwa alam ini luar biasa. Tuhan sudah berikan kepada kita, harus dikelola dan manfaatkan sebagai rasa syukur dengan membuat terobosan," ucapnya.
Di periode keduanya, ia ingin lebih "gila" lagi. Theo bilang punya tanggung jawab besar. Ini mimpinya yang belum kesampaian.
"Dulu saya katakan saya harus bawa Toraja ke dunia. Tapi mimpi saya ke depan adalah bagaimana dunia ada di Toraja. Ini yang harus kita lakukan," bebernya.
Ia mengaku pariwisata Toraja sudah menjadi primadona Indonesia. Tentu, salah satu programnya ke depan adalah bagaimana membangkitkan kembali sektor ini di masa pandemi.
"Saya ingin mengeksplor alam Toraja dengan melibatkan seluruh pihak. Harus berkolaborasi dan buka ruang seluas-luasnya secara komperehensif," tukas Theo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Provinsi Terbaik 1 Creative Financing
-
Hati-hati Jempolmu! 109 Warga Sultra Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik di Medsos
-
Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar
-
Sapi Tak Laku, Ekonomi Lesu: Mengapa Idul Adha Tahun Ini Terasa Lebih Berat dari Pandemi?
-
Payroll Perusahaan Jadi Lebih Efisien dengan Solusi Digital QLola by BRI