SuaraSulsel.id - Serapan anggaran Pemprov Sulsel hingga akhir triwulan III tahun anggaran 2020 masih sangat rendah. Anggaran masih mengendap di kas daerah.
Dari Rp 11,19 triliun total APBD tahun 2020, yang baru terealisasi sekitar 55,45 persen atau Rp 6,2 triliun. Masih ada Rp 4,9 triliun yang tidak terbelanjakan.
Dari capaian belanja tersebut, belanja operasional yang paling besar. Yakni sebanyak Rp 4,9 triliun lebih.
Kemudian belanja modal Rp 470 miliar, transfer bagi hasil ke desa sebanyak Rp 1,2 triliun lebih, dan belanja tak terduga Rp 170 miliar lebih.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Junaidi mengaku, serapan anggaran memang melambat. Pandemi Covid-19 jadi alasan.
"Karena memang tidak ada kegiatan sama sekali. Proyek fisik yang jalan juga baru 65 persen," kata Junaidi, Jumat (27/11/2020).
Realisasi serapan anggaran bisa dikejar hingga 80 persen hingga akhir tahun. Ia bilang sejumlah pengerjaan proyek belum tuntas sehingga anggaran belum keluar.
"Nanti kalau pengerjaannya rampung, proyek dibayar pasti realisasi meningkat. Kita masih berupaya kejar sampai 90 persen, walau berat," tambahnya.
Ia juga mengaku ada beberapa revisi kontrak tender program pemerintah. Utamanya untuk kegiatan yang bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan total Rp 1,3 triliun lebih.
Baca Juga: Taufan Pawe Ungkap Penyebab Survei Elektabilitas IMUN Masih Rendah
Serapan anggaran PEN diakuinya juga baru 25 persen. Akan tetapi dia meyakini bisa memanfaatkan anggaran tersebut. Apalagi sekitar Rp 800 miliar dari dana itu diperuntukan untuk infrastruktur.
"Aturannya memungkinkan untuk kontrak diperpanjang hingga 50 hari setelah tutup tahun," sebutnya.
Potensi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) pun tahun ini diproyeksi sangat besar. Bisa menyentuh angka Rp 200 miliar. Padahal tahun sebelumnya, SiLPA pemprov hanya Rp 50 miliar saja.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Pemprov Sulsel, Muhammad Rasyid menambahkan, kondisi ekonomi harus tetap dipahami saat ini.
Meskipun berbeda dari tahun sebelumnya, tren belanja pemerintah tetap membaik. Bahkan masih ada tender proyek yang akan dilakukan November ini.
Dia tak memungkiri ada beberapa OPD yang serapannya rendah. Misalnya saja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, yang serapannya baru 40 persen dari total Rp1 triliun anggaran pada OPD tersebut. Masih tergolong rendah ketimbang dinas lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Kaesang Tegas Tolak Laporan ABS, PSI: Struktur Partai Jadi Kunci Kemenangan 2029
-
Prof. Morten Meldal Tantang Peneliti Unhas Lahirkan Inovasi Berkelanjutan
-
Luwu Raya Siap Jadi Provinsi? Sekda Sulsel Telpon Dirjen Otonomi Daerah
-
Kenapa Karta Jayadi Belum Kembali Jadi Rektor UNM? Ini Jawaban Mendiktisaintek
-
Tembus Rp16,83 Triliun, Siapa Penerima KUR Terbanyak di Sulsel?