SuaraSulsel.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menyiapkan bilik khusus pada Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Bilik khusus ini disiapkan bagi para pemilih yang suhu tubuhnya 38 derajat.
Sekretaris KPU Makassar Asrar Marlang mengatakan, untuk Pemilihan Kepala (Pilkada) 2020 yang akan digelar secara serentak pada 9 Desember 2020 akan cukup berbeda dari pada Pilkada sebelumnya.
Sebab, pada Pilkada 2020 ini akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah.
Berbagai upaya pun harus dilakukan pihak penyelenggara agar Pilkada dapat berjalan dengan sukses tanpa harus menjadi arena penularan Covid-19.
Agar tidak terjadi penularan Covid-19, kata dia, pihaknya akan menyiapkan bilik khusus secara terpisah pada tiap TPS yang berada di Makassar.
Bilik khusus ini sengaja disiapkan oleh pihak penyelenggara untuk dapat digunakan oleh para pemilih yang suhu tubuhnya 38 derajat.
"Bilik khusus itu tempatnya terpisah, jadi di TPS itu ada dua bilik. Itu dipakai umum. Bilik khusus itu sendiri, itu untuk orang yang ketika diukur suhunya dia 38 derajat. Itu yang akan ditempatkan di bilik khusus," kata Asrar saat ditemui di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (24/11/2020).
Asrar menjelaskan bahwa pada Pilkada 2020 ini, penyelenggara juga akan tetap berkoordinasi dengan petugas Dinas Kesehatan. Semua ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada pemilih yang membutuhkan penanganan khusus dari petugas medis.
"Kalau ada hal-hal yang sifatnya lebih harus ada penaganan khusus itu, kami sudah berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan. Dan mereka standby di setiap kecamatan dan setiap saat kontrol," jelas Asrar.
Baca Juga: Kader Golkar Belum Maksimal Menangkan IMUN, Taufan Pawe: Banyak Membelot
Selain itu, para pemilih yang mendatangi TPS juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya adalah dengan memakai sarung tangan.
"Pemilih juga itu dia pakai sarung tangan memilih. Jadi masing-masing mereka dikasih sarung tangan plastik untuk memilih. Setelah itu mereka lepas dan dikasih tinta," terang Asrar.
Asrar mengungkapkan Alat Pelindung Diri (APD) akan disiapkan penyelenggara untuk didistribusikan kepada pemilih.
Mulai dari masker, tisu, handsanitizer, sarung tangan hingga ember berkeran. Semuanya sesuai dengan jumlah pemilih di TPS.
"Sesuai jumlah TPS. Jadi ada klasifikasinya masker itu berapa untuk setiap TPS, ember berapa untuk setiap TPS, kemudian logistik-logistik lainnya," ungkap Asrar.
Perbedaan lainnya lagi adalah para pemilih juga tidak akan diperbolehkan untuk berkumpul di TPS. Sehingga, para pemilih akan antri satu persatu saat akan memasuki TPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
-
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Unhas Berakhir Rusuh, Satu Mahasiswa Diamankan
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar